Definisi, Model Implementasi, dan Landasan Hukum Akad Qardhul Hasan

Qardhul hasan menjadi suatu model penyaluran yang dapat meningkatkan hubungan erat di antara para pelakunya.

Baik itu dilakukan oleh sebuah lembaga ataupun dilakukan oleh individu/perorangan.

Alasan kenapa dapat meningkatkan keeratan hubungan di antara para pelakunya, karena akad qardhul hasan merupakan pinjaman kebaikan.

Apabila seseorang memberikan pinjaman kebaikan dia tidak berharap bahwa harta tersebut dikembalikan, karena akad qardhul hasan itu sendiri lebih kepada praktek/wujud dari sikap tolong-menolong antara manusia satu dengan yang lainnya.

Definisi, Model Implementasi, dan Landasan Hukum Akad Qardhul Hasan

Selain itu, akad qardhul hasan juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat bila diberikan dalam bentuk penyaluran dana produktif.

Mau tau apa itu qardhul hasan dalam bentuk dana produktif dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan akad qardhul hasan?

Mari simak penjelasan di bawah ini:

Definisi Akad Qardhul Hasan


Qardhul hasan adalah pinjaman yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan tidak mengharapkan imbalan atau kelebihan pada saat uang tersebut dikembalikan.

Apabila pihak yang menggunakan dana mengalami kerugian yang mana kerugian tersebut bukan disebabkan olehnya, maka kejadian tersebut dapat mengurangi jumlah pinjaman yang harus dikembalikan (Sulistyo, 2013).

Model Implementasi Akad Qardhul Hasan


Berikut ini merupakan beberapa model implementasi akad qardhul hasan:

Penyaluran Dana Pinjaman Produktif

Pinjaman produktif merupakan pinjaman yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya dengan memikirkan keberlangsungan dari dana tersebut.

Dalam kata lain, dana yang diberikan tersebut bukan merupakan barang konsumtif.

Dengan disalurkannya dana yang berupa pinjaman produktif ini maka akan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat, dikarenakan masyarakat dapat menjadi pelaku usaha.

Penyaluran Dana Sosial

Dana sosial merupakan dana yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya sebagai bentuk syukur dan saling tolong-menolong dalam memenuhi kebutuhan sesama manusia.

Bentuk dana yang diberikan berupa dana konsumtif atau pun dana yang dianggap mendesak dan perlu untuk diberikan.

Dana sosial ini dapat meningkatkan hubungan persaudaraan antara satu pihak dengan pihak lainnya, sehingga ketenangan dan kenyamanan dalam bermasyarakat akan terjaga (Falikhatun, 2016).

Alasan Mengenai Pentingnya Diterapkan Akad Qardhul Hasan di Perbankan Syariah


Berikut beberapa alasan mengenai pentingnya penerapan akad qardhul hasan pada perbankan syariah:

Pertama, dikarenakan perbankan syariah merupakan sebuah lembaga yang memiliki kaitan erat dengan keuangan dan memiliki keahlian dalam mengelola keuangan sebuah negara.

Maka, akad qardhul hasan menjadi penting untuk diterapkan agar dana yang dikelola oleh perbankan syariah tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, dengan adanya akad qardhul hasan pada perbankan syariah akan membuat perbankan syariah lebih akrab dengan masyarakat dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah.

Kedua, sesuai dengan perbankan syariah yang merupakan sebuah lembaga yang bergerak dalam penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat.

Maka, Bank Syariah harus memastikan apakah dana yang dihimpun dan disalurkan tersebut berjalan dengan baik dan juga harus memastikan apakah ada orang yang terzalimi dibalik keberadaan dan operasionalnya.

Maka dari itu, akad qardhul hasan berperan penting dalam membantu masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh bank dan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat dengan pembiayaan produktif dari akad qardul hasan.

Ketiga, dikarenakan dana qardhul hasan bersumber dari dana pihak ketiga, di antaranya yaitu dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Maka, penerapan akad qardhul hasan pada perbankan syariah sangat diperlukan agar dana yang telah terkumpul tersebut dapat disalurkan dengan baik (Prabowo, 2005).

Landasan Syariah Akad Qardhul Hasan


Berikut landasan hukum mengenai akad qardhul hasan (Febianto, 2012):

Surah al-Baqarah ayat 245

Ayat ini menjelaskan bahwa siapapun orang yang mau menafkahkan hartanya di jalan Allah atau untuk suatu kebaikan, maka Allah akan memberikan keberkahan hartanya dan juga melipatgandakan pahalanya.

Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk selalu berbuat baik dan menginfakkan sebagian harta yang kita miliki untuk orang-orang yang membutuhkan agar manfaat dari harta tersebut tidak hanya kita saja yang merasakannya, akantetapi juga dapat dirasakan oleh orang lain.

Di samping itu, semakin sering kita membantu orang lain, juga akan semakin kuat tali persaudaraan kita dengannya.

Surah al-Maidah ayat 12

Ayat ini menceritakan tentang kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. kepada orang-orang yang suka berbagi untuk jalan kebaikan, kelebihan yang dimaksud yaitu Allah akan menutup dosa orang-orang yang suka berbagi tersebut dan memasukkannya ke dalam surga.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Definisi, Model Implementasi, dan Landasan Hukum Akad Qardhul Hasan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel