Pengertian, Tujuan, Landasan Hukum, dan Jenis Akad Wadi'ah

Sebenarnya akad wadiah sudah sangat sering kita lakukan, namun kita tidak menyadari kalau yang kita praktekkan itu merupakan akad wadiah. 

Wadiah itu sendiri berarti titipan yang dilakukan oleh seseorang kapada orang lain, baik itu menitip buku, uang, kendaraan, anak, atau berbagai hal lainnya.

Pengertian, Tujuan, Landasan Hukum, dan Jenis Akad Wadi'ah

Akad wadiah secara umum dibagi menjadi dua bagian dan masing-masingnya memiliki keunggulan tersendiri.

Bagian pertama yaitu wadiah yad amanah dan bagian kedua disebut dengan wadiah yad dhamanah. 

Mau tau penjelasan dari kedua bagian ini dan berbagai hal lainnya yang menyangkut dengan akad wadiah?

Langsung saja simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian dan Tujuan Akad Wadiah


Berikut penjelasan mengenai pengertian dan tujuan akad wadiah (Widayatsari, 2013):

Pengertian Akad Wadiah

Wadiah adalah akad titipan barang yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lainnya, di mana barang yang dititipkan tersebut harus dijaga dengan baik, dan siap untuk dikembalikan apabila si penitip menginginkannya.

Tujuan Akad Wadiah

Tujuan dilakukannya akad wadiah yaitu untuk menjaga keselamatan barang dari berbagai macam masalah yang mungkin terjadi, diantaranya yaitu: pencurian barang, perampokan, dan kemusnahan barang yang terjadi secara tidak disengaja.

Landasan Hukum Akad Wadiah


Berikut landasan hukum akad wadiah (Afif, 2013):

Surah al-Baqarah ayat 283

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang diberikan kepercayaan atau amanat, maka mereka harus menunaikan amanatnya itu sesuai dengan  yang telah disepakati sebelumnya, begitu juga dalam akad wadiah di mana pihak yang menerima titipan harus menjaga barang titipan tersebut dengan baik serta harus bertakwa kepada Allah SWT.

Surah al-Maidah ayat 2

Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada manusia agar suka dalam hal tolong-menolong antara sesamanya, namun tolong-menolong yang dimaksudkan di sini yaitu tolong-menolong dalam berbuat baik, bukan tolong menolong dalam mewujudkan suatu perkara yang buruk.

Rukun dan Syarat Akad Wadiah


Rukun akad wadiah antara lain yaitu (Asy'ari, 2018):
  • Adanya kedua belah pihak yang melakukan akad (penitip dan penerima titipan).
  • Adanya objek wadi'ah (barang yang akan dititipkan).
  • Adanya ijab qabul antara kedua belah pihak yang melakukan akad.

Sedangkan syarat-syarat akad wadiah antara lain yaitu:
  • Pemberian bonus oleh pihak yang menyimpan barang.
  • Tidak adanya persyaratan sebelumnya mengenai pemberian bonus (tidak boleh disyaratkan diawal akad).

Jenis-jenis Akad Wadi'ah


Akad wadiah dibagi kepada dua jenis yaitu wadiah yad amanah dan wadiah yad dhamanah (Mukhlisin, 2018):

Wadi'ah Yad Amanah

Wadi'ah ini merupakan titipan dari satu pihak kepada pihak lain dengan berlandaskan kepercayaan untuk menjaga barang, sehingga pihak yang menerima titipan tidak dibenarkan untuk memanfaatkan objek wadiah (barang titipan).

Penerima titipan tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau pun kerusakan barang selama hal tersebut bukan akibat dari kelalaiannya.

Wadi'ah Yad Dhamanah

Wadi'ah ini adalah titipan dari satu pihak kepada pihak lain dengan didasari pada prinsip tanggungan, sehingga yang menerima titipan diperbolehkan untuk memanfaatkan barang dan harus bertanggung jawab apabila ada kerusakan atau pun kehilangan barang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian, Tujuan, Landasan Hukum, dan Jenis Akad Wadi'ah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel