Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam

Islam adalah agama yang sempurna, tak hanya berbicara masalah shalat saja, akan tetapi membahas segala aspek yang ada di muka bumi ini.

Di antara berbagai aspek tersebut salah satunya yaitu mengatur tentang produksi, yang mana produksi ini merupakan bagian terpenting dari sebuah perekonomian yang perlu diperhatikan dengan baik.

Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam

Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian Produksi


Produksi merupakan upaya untuk menambah nilai pada suatu benda agar benda tersebut dapat memberikan manfaat bagi manusia.

Motif Berproduksi dalam Islam


Setiap kegiatan produksi yang dilakukan haruslah bertujuan pada pencapaian kemaslahatan (kebaikan), bukan bertujuan untuk mencapai kepuasan pribadi dan lupa akan kewajiban untuk memperhatikan dan membantu orang lain.

Pencapaian kebahagiaan akhirat merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan agar setiap aktivitas produksi dapat bernilai ibadah.

Konsep Produksi dalam Hadis Nabi


Kegiatan produksi sangat disukai oleh Rasulullah, karena produksi tersebut dapat meningkatkan kekuatan ekonomi umat.

Kerja keras dan tidak meminta-minta adalah hal yang dianjurkan agar manusia memiliki pandangan yang baik semasa hidup di dunia maupun akhirat kelak.

Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, yang mana hadis tersebut menjelaskan bahwa alangkah baiknya bila seseorang berangkat diwaktu yang lebih pagi dengan tujuan untuk mencari kayu bakar, kemudian hasil yang diperoleh dari menjual kayu bakar tersebut disedekahkan sebagiannya untuk orang lain (yang membutuhkan) dan selanjutnya juga diceritakan bahwa orang yang menjaga diri dari perbuatan meminta-minta itu lebih baik dan lebih terhormat dari pada orang yang suka meminta-minta kepada orang lain, karena Rasulullah melanjutkan dengan menyatakan bahwa tangan di atas (tangan orang yang menyedekahkan) lebih baik daripada tangan di bawah (tangan orang yang menerima sedekah).

Oleh karena itu, sedekah harus dimulai atau dipraktekkan setiap ada kelebihan atau bahkan kekurangan, karena untuk bersedekah tidak mesti dalam bentuk harta benda saja, akan tetapi bisa dalam bentuk tenaga atau berbuat baik kepada orang lain.

Jadi, mulailah untuk melakukannya kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu agar terbiasa dalam bersedekah.

Tujuan dan Prinsip-prinsip Produksi dalam Islam


Tujuan produksi dalam Islam sangat erat kaitannya dengan tujuan diciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. yang mana tujuannya yaitu untuk memakmurkan bumi dan manusia sebagai pelaku ekonomi.

Ketika tujuan diciptakan manusia tersebut sudah kita pahami maka akan sangat mudah untuk memahami tujuan produksi dalam Islam.

Islam sangat menginginkan akan adanya kegiatan produksi, karena dengan adanya produksi manusia dapat saling memenuhi dan membantu di antara mereka.

Allah telah menyediakan berbagai macam sumber daya yang tujuannya yaitu agar kita olah dan produksi supaya dapat kita jadikan sebagai modal untuk bertahan hidup di dunia ini serta menjadi modal dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah.

Mekanisme Produksi dalam Islam


Menurut M. Abdul Mannan, mekanisme produksi yang ada dalam Islam tidak hanya berfokus atau didasarkan oleh permintaan pasar (given demand conditions) saja, karena kurva permintaan tidak mampu untuk menjelaskan suatu data sebagai acuan bagi sebuah perusahaan dalam hal mengambil keputusan tentang jumlah produk yang akan diproduksi.

Berbeda halnya dengan mekanisme produksi konvensional, yang mana perusahaan diberi kebebasan dalam berproduksi, akan tatapi lebih mengarah kepada output yang menjadi permintaan pasar (effective demand) sehingga kebutuhan rill masyarakat dapat terabaikan.

Faktor-faktor Produksi dalam Islam


Faktor-faktor produksi dalam Islam berbeda dengan faktor produksi yang ada dalam ajaran konvensional, di mana dalam Islam sumber-sumber produksi berasal dari pemberian Allah dan manusia sebagai khalifah yang harus mengelola dengan cara yang diizinkan oleh Allah.

Sedangkan dalam ekonomi konvensional menganggap faktor-faktor produksi tersebut sebagai suatu hal yang tersedia dengan sendirinya, tanpa disertai dengan kepercayaan bahwa sumber daya tersebut adalah ciptaan Allah, sehingga dalam proses produksi sering melanggar dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah.

Berikut faktor-faktor produksi dalam Islam:

Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber daya alam merupakan faktor produksi terpenting bagi kelancaran proses produksi, jika faktor ini telah tiada atau pun rusak maka aktvitas produksi akan terganggu.

Oleh karena itu. pemanfaatan sumber daya alam dengan cara yang bijak sangat dibutuhkan demi keberlanjutan proses produksi dan kestabilan ekonomi.

Allah telah berfirman dalam surah ar-Rum ayat 9, yang mana dalam ayat tersebut Allah menjelaskan kepada manusia tentang kegiatan perjalanan atau mengamati lingkungan dan memperhatikan tentang keadaan yang dialami oleh orang-orang yang hidup lebih dahulu.

Di mana orang-orang dahulu telah bekerja keras untuk mengolah tanah agar dapat menghasilkan atau berfungsi dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup.

Singkatnya, ayat ini mengajak kita agar lebih rajin untuk berusaha dan tidak suka bermalas-malasan.


Sumber Daya Manusia (SDM)

Tak hanya sumber daya alam, sumber daya manusia merupakan hal yang lebih utama, karena jika sumber daya manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengelola (memakmurkan) sumber daya lainnya maka aktivitas produksi tidak akan berjalan lancar, sehingga akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan perekonomian sebuah negara.

Modal

Modal tentu saja menjadi hal yang penting, tanpa modal maka tidak bisa dilakukannya perbaikan atau pengelolaan terhadap sumber daya yang ada, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, dan berbagai macam sumber daya pembantu lainnya.

Modal ini bisa berbentuk uang, barang, maupun ide-ide cemerlang yang dapat digunakan untuk menggerakkan sektor produksi.

Organisasi atau Manajemen

Organisasi atau manajemen dibutuhkan untuk mengelola berbagai macam faktor produksi, dan juga menjadi hal yang berpengaruh bagi faktor-faktor produksi lainnya.

Dalam arti lain yaitu jika manusia gagal dalam hal organisasi atau pun manajemen maka dapat dipastikan pengelolaan atau pemakmuran bumi (sumber daya) tidak akan berjalan seperti yang telah direncanakan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel