Investasi Logam Mulia di Pegadaian Syariah

Kegiatan investasi menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik untuk dicoba, selain sebagai langkah dalam menghimpun modal untuk membuka usaha juga memberikan manfaat lainnya, antara lain yaitu sebagai dana cadangan yang bisa digunakan disaat keadaan lagi mendadak dan sebagai solusi untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Investasi Logam Mulia di Pegadaian Syariah

Dari berbagai macam jenis investasi yang bisa dicoba oleh masyarakat, saya rasa investasi emaslah yang lebih baik jika hanya sekedar untuk menyimpan kekayaan atau menjaga nilai uang dari bahayanya dampak inflasi.

Berikut ini merupakan uraian mengenai investasi logam mulia di Pegadaian Syariah, selamat membaca!

Gambaran Umum Pegadaian Syariah


Berdasarkan kitab UUHP pasal 1150, gadai merupakan hak yang didapatkan oleh seseorang yang memiliki piutang terhadap sebuah barang yang bergerak.

Penyerahan barang bergerak tersebut dilakukan oleh pihak yang berutang kepada pihak yang memiliki piutang, atau oleh seseorang yang mewakili pihak yang berutang.

Sedangkan dalam fikih, gadai disebut sebagai rahn, di mana arti secara bahasa yaitu tetap, kekal, dan jaminan.

Di kalangan beberapa mazhab, gadai sering diartikan sebagai kegiatan penyerahan harta oleh seseorang dengan tujuan untuk membayar hak atas piutang tersebut, baik itu dibayar secara penuh ataupun setengah saja.

Jaminan yang diberikan tidak hanya terbatas pada benda-benda yang berwujud akan tetapi boleh juga dengan memberikan sertifikat atau bukti kepemilikan terhadap harta yang sah dan legal secara hukum.

Imam Syafi'i menegaskan bahwa harta yang dijadikan sebagai jaminan terhadap utang tidak termasuk hasil atau sesuatu yang bermanfaat lainnya yang muncul setelah barang jaminan tersebut diterima (Rosyidah, 2014).

Konsep Emas


Al-Qur'an telah menjelaskan bahwa emas dan perak memiliki fungsi sebagai alat untuk menyimpan kekayaan atau sebagai alat tukar.

Segala bentuk transaksi yang dilakukan dalam kegiatan muamalah maupun kegiatan ibadah di antaranya zakat dan diyat dilakukan dengan cara menggunakan dinar dan dirham.

Kepemilikan terhadap emas bukanlah sesuatu yang dilarang dalam Islam, hal yang dilarang yaitu kegiatan menumpuk-numpuk emas untuk memperoleh keuntungan yang lebih banyak dari orang lain.

Tepatnya, emas dapat dijadikan sebagai komoditi dalam hal menyimpan kekayaan dan tidak dibenarkan menggunakannya untuk tujuan spekulasi.

Dikarenakan, kegiatan spekulasi dapat merugikan orang lain dan mengandung ketidakjelasan, dengan demikian kegiatan spekulasi menjadi kegiatan yang sangat dilarang dalam ajaran Islam (Mahmudahningtyas, 2015).

Pengertian ar-Rahn


Dalam fikih Islam transaksi gadai disebut sebagai ar-rahn, yaitu sebuah perjanjian yang dilakukan di antara dua belah pihak dengan tujuan untuk menahan suatu barang sebagai jaminan terhadap utang yang ada.

Dalam bahasa Arab ar-rahn sering disebut dengan ats-tsubut wa ad-dawam yang berarti tetap dan kekal.

Pengertian tersebut berkaitan dengan kata al-habs, yang bermakna menahan.

Kata al-habs ini lebih mengarah kepada arti yang bersifat materil, sedang pengertian ar-rahn secara bahasa yaitu menyediakan suatu barang sebagai jaminan terhadap uang yang telah diterima, hal ini bertujuan untuk mengikat kedua belah pihak dan juga untuk meminimalisir risiko yang timbul dari kegiatan hutang-piutang (Hadi, 2012).

Transaksi Emas


Emas menjadi salah satu instrumen investasi yang baik, karena selalu berkembang dan memberikan keuntungan bagi pemiliknya.

Emas sering diistilahkan dengan "Barometer of Fear", disaat kondisi perekonomian sedang dalam keadaan yang buruk dan muncul kegelisahan di hati masyarakat maka disaat itulah masyarakat membeli emas dengan tujuan untuk menjaga harta kekayaan mereka.

Hal utama yang dapat menimbulkan kecemasan atau buruknya kondisi perekonomian yaitu terjadinya inflasi dan deflasi.

Oleh karena itu, emas menjadi solusi untuk menyimpan kekayaan dikarenakan emas lumayan tahan terhadap inflasi dan deflasi.

Dengan tingginya posisi emas dan perak dalam aktivitas perekonomian banyak orang yang menyebutkan sebagai heaven's currency.

Seiring dengan tingginya keinginan dan maraknya investasi emas di kalangan masyarakat menjadikan berbagai lembaga ataupun broker untuk menawarkan beragam jenis investasi emas, diantaranya yaitu trading emas fisik, investasi emas fisik, trading emas derivatif, qiradh, dan gadai emas (Mahmudahningtyas, 2015).

Keunggulan Tabungan Emas Pegadaian


Berikut ini merupakan beberapa keunggulan tabungan emas di pegadaian syariah yaitu:
  1. Pegadaian tabungan emas tersedia di setiap kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia.
  2. Emas dapat dibeli dengan jumlah yang sangat terjangkau (mulai dari berat 0,01).
  3. Layanan yang diberikan sangat baik dengan mempekerjakan petugas yang profesional.
  4. Cara terbaik dalam menjaga portofolio aset dikarenakan dikelola secara aman dan amanah.
  5. Sangat mudah untuk dicairkan apabila penabung membutuhkan dana (Roikhan, 2017).

Konsinyasi Emas


Layanan yang berupa jual-titip emas batangan yang ada di Pegadaian Syariah memberikan kemudahan bagi nasabah untuk menyimpan emasnya di Pegadaian Syariah agar lebih aman dari risiko kehilangan.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan penjualan emas akan diserahkan seluruhnya kepada nasabah.

Dengan demikian, kedudukan emas menjadi lebih produktif jika dibandingkan dengan menyimpan sendiri di rumah.

Di antara manfaat yang didapat oleh nasabah ketika menabung emasnya di Pegadaian Syariah yaitu:
  1. Dikelola dengan baik oleh PT. Pegadaian (Persero) yang mana pegadaian merupakan BUMN yang terpercaya.
  2. Emas yang telah disimpan oleh nasabah akan dilindungi sepenuhnya.
  3. Dikelola dengan transparan (Roikhan, 2017).

Investasi Emas


Investasi emas tergolong ke dalam salah satu bentuk investasi aset.

Di samping itu, emas merupakan barang komoditi yang bersifat mulia, oleh karena itu emas menjadi salah satu aset yang sangat mudah untuk diperdagangkan dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang memiliki dana terbatas (Ardiani, 2015).

Mekanisme Investasi Logam Mulia di Pegadaian Syariah


Prosedur Pemesanan Logam Mulia

Dalam hal ini cabang/unit pegadaian harus memverifikasi terlebih dahulu terkait data yang diberikan oleh para nasabah.

Verifikasi yang dimaksud antara lain:
  1. Kelengkapan administrasi
  2. Kemampuan membayar uang muka
  3. Membayar angsuran mulia
  4. Motif tujuan menggunakan logam mulia

Prosedur Pelunasan Logam Mulia

Prosedur pelunasan pembiayaan mulia terdiri dari dua bagian, yaitu pembayaran secara kontan sebelum tanggal jatuh tempo dan pembayaran secara cicilan (angsuran) yang dilakukan setiap bulannya.

Apabila nasabah melakukan pembayaran dengan cara cicilan maka harus ada kejelasan mengenai jumlah angsuran yang harus dibayarkan per bulannya serta harus mengetahui berapa margin pembayaran yang ditetapkan oleh pihak pegadaian.

Transaksi secara angsuran ini dapat dilakukan di setiap unit pegadaian yang ada di seluruh Indonesia.

Mekanisme Investasi Logam Mulia di Pegadaian Syariah

Berikut merupakan tata cara investasi logam mulia di Pegadaian Syariah:
  1. Prosedur pemesanan harus telah melengkapi semua syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Pegadaian Syariah.
  2. Prosedur penyerahan logam mulia terbagi kepada dua cara yaitu secara tunai dan kredit.
  3. Prosedur pelunasan juga terbagi kepada dua siklus yaitu tunai dan kredit, yang telah disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak (Pegadaian Syariah dan Nasabah) (Rahmi, 2015).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel