Daftar 100 Istilah Populer dalam Ekonomi Islam

Saat ini, penggunaan istilah bukan lagi suatu hal yang baru, akan tetapi sudah menjadi kebiasaan atau bahkan keharusan, khususnya di kalangan pelajar. Penggunaan istilah itu sendiri tentunya bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu secara praktis dan efisien. Namun, tak semua orang tau apa arti di balik istilah itu sendiri. Nah, atas dasar inilah penulis mencoba untuk merangkum 100 istilah populer, khususnya istilah-istilah yang ada dalam ilmu Ekonomi Islam.

Daftar 100 Istilah Populer dalam Ekonomi Islam

Semakin banyak istilah yang kita ketahui, semakin mudah pula dalam berinteraksi, dan juga semakin unik serta profesional dalam menyampaikan segala informasi. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan dalam mengartikan sebuah istilah, mari dipahami dulu berbagai istilah yang sudah saya rangkum di bawah ini, semoga mudah dipahami dan dapat menambah wawasan:

1. Agunan adalah suatu jaminan tambahan, baik itu berupa benda bergerak ataupun benda yang tidak bergerak yang diberikan oleh pemilik dari agunan tersebut kepada pihak Bank Syariah dengan tujuan untuk menjamin pihak nasabah yang menerima fasilitas dari bank (Fitriani, 2017).

2. 'Ain adalah sebutan yang digunakan untuk menyebutkan real asset.

3. Akad adalah sebuah ikatan atau perjanjian, atau dalam kata lain akad juga dapat dikatakan sebagai tali pengikat atas objek tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang melaksanakannya (Ashal, 2016).

4. Akad Ganda (Hybrid Contract) adalah perjanjian ganda yang terjadi dalam sebuah transaksi, atau dalam kata lain kontrak perjanjian yang jumlahnya lebih dari satu akad dalam sebuah transaksi (Ashal, 2016).

5. Akuntansi Pembiayaan Mudharabah adalah jenis akuntansi yang dipergunakan untuk perhitungan kas maupun non kas yang dilakukan oleh pihak Bank Syariah dan selanjutnya diserahkan kepada pihak nasabah mudharib dengan sistem bagi untung dan bagi rugi (profit and loss sharing) (Mauludi, 2015).

6. Al-Dayn adalah kewajiban yang dimiliki oleh seseorang dalam rangka untuk membayar sejumlah kewajiban dari transaksi yang dilakukan yang objek dari transaksi tersebut berupa hutang (al-dayn).

7. Al-Hawalah adalah transaksi perpindahan hutang dari pihak satu kepada pihak lainnya atau dapat juga dikatakan perpindahan hutang dari sebuah perjanjian kepada perjanjian lainnya dengan syarat bahwa jumlah hutang tersebut harus sama (Suprihatin, 2011).

8. Al-Sharf adalah transaksi jual beli antara valuta yang satu dengan valuta yang lainnya, atau dapat juga diartikan sebagai transaksi jual beli mata uang sejenis maupun mata uang yang berbeda jenis (Ramadhan, 2016).

9. Al-Mashlahah Al-Mursalah adalah kemaslahatan yang tidak ada ketetapan hukum secara khusus dalam nas dan juga tidak adanya perintah ataupun larangan dalam hal mewujudkannya (Noorwahidah, n.d).

10. Al-Aqin atau Pihak-pihak yang Berakad adalah persekutuan, orang, atau badan usaha yang memiliki kecakapan untuk bertindak di bidang hukum atau melakukan suatu perbuatan hukum, khususnya di bidang perjanjian atau akad (Rafsanjani, 2016).

11. Al-Adah Al-Muhakamah adalah suatu adat dapat dijadikan sebagai sebuah pertimbangan dalam hal penetapan hukum, atau yang biasa disebut dengan kaidah al-'urf (Fitriani, 2017).

12. Al-Musahamah "Kontribusi" adalah sebuah bentuk kerjasama di mana setiap peserta memberikan kontribusi berupa dana kepada sebuah perusahaan dan selanjutnya peserta tersebut berhak untuk memperoleh hasil dari kontribusi tersebut sesuai dengan besarnya saham (premi) yang telah ia miliki atau mereka bayarkan kepada pihak perusahaan (Kristianto, 2009).

13. Al-Mu'awadhat adalah segala bentuk transaksi pertukaran harta/asset, baik itu real asset ataupun non real asset.

14. Al-Umur Adh-Dharuriyah adalah kebutuhan penting yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia agar semuanya berjalan dengan lancar, komponen yang terkandung dalam hal ini antara lain menyangkut dengan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda (Noorwahidah, n.d).

15. Al-Umur Al-Hajiyah adalah kebutuhan utama yang dibutuhkan oleh setiap manusia supaya dalam menjalankan kehidupan tidak adanya kesukaran atau kesulitan, kebutuhan yang masuk dalam kategori ini antara lain kebutuhan akan makanan, minuman, dan pakaian (Noorwahidah, n.d).

16. Al-Umur At-Tahsiniyah adalah segala hal yang baik dan paling utama untuk dilakukan oleh umat manusia agar kehidupannya tidak sia-sia dan termasuk juga upaya untuk meninggalkan segala perbuatan buruk yang dapat merusak martabat dari manusia itu sendiri (Noorwahidah, n.d).

17. Al-Qardh adalah transaksi meminjamkan harta kepada pihak lain dengan tidak mengharapkan imbalan atau tambahan apapun atas pokok pinjaman yang diberikan pada saat Si peminjam mengembalikannya (Rafsanjani, 2016).

18. Al-Iktinaz adalah kegiatan menahan uang yang dilakukan oleh seseorang dan membiarkan uang tersebut menjadi tidak produktif atau tidak berputar dalam transaksi yang dapat memberikan manfaat dengan tujuan agar uang tersebut tidak dikenakan kewajiban untuk membayar zakat (Nizar, n.d).

19. Asas Amanah adalah asas di mana para pelaku/pihak yang melaksanakan sebuah akad harus didasari dengan iktikad, amanah yang dimaksud diantaranya yaitu menjaga rahasia para pihak dan tidak berbohong antara sesamanya (Imaniyati, 2011).

20. Asuransi Syariah (Ta'min, Takaful, atau Tadhamun) adalah sebuah kegiatan saling melindungi dan membantu di antara para pihak yang terlibat melalui investasi yang berbentuk aset atau dana tabarru' (dana tolong-menolong) yang menawarkan pola pengembalian dalam hal menangani risiko yang kemungkinan terjadi di masa mendatang melalui sebuah akad (perjanjian/perikatan) yang berlandaskan pada prinsip syariah (Manggala, 2014).

21. Bai' Najasy adalah sebuah rekayasa permintaan terhadap suatu produk yang dilakukan oleh para produsen dengan pihak-pihak tertentu yang bertujuan untuk menarik perhatian orang yang benar-benar ingin membeli agar membelinya dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran (Karim, 2004).

22. Bank Syariah adalah salah satu bagian dari perbankan syariah selain dari UUS (Unit Usaha Syariah), yang terdiri dari BUS (Bank Umum Syariah) dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) (Wokas, 2017).

23. Bank Muamalat Indonesia (BMI) adalah sebuah bank murni syariah yang ada di Indonesia, di mana semua kegiatan operasionalnya dijalankan sesuai dengan prinsip syariah (aturan Islam) (Masjono, n.d).

24. Bebas Bunga adalah sebuah entitas wajib untuk menghindari dan meninggalkan sistem bunga dalam setiap transaksi yang dilakukan atau dijalankan (Kristianto, 2009).

25. Cost Recovery adalah beban yang dikeluarkan Bank Syariah yang dapat dihitung dengan cara membagi jumlah proyeksi biaya operasional bank dengan jumlah pembiayaan murabahah bank (Fidyah, 2017).

26. Dirham adalah jenis koin perak murni yang beratnya 2.975 gram (Mukhlisin, 2013).

27. Dinar adalah jenis koin emas murni yang beratnya 4.25 gram (Mukhlisin, 2013).

28. Ekspektasi Bagi Hasil adalah harapan akan adanya kenaikan tingkat bagi hasil yang diberikan oleh Bank Syariah kepada para nasabah (Fidyah, 2017).

29. Fadhl adalah jenis riba yang terjadi akibat adanya pertukaran barang sejenis (barang ribawi) dengan kualitas ataupun kuantitas yang berbeda (Nurrohman, 2017).

30. Gharar atau Taghrir adalah keraguan atau ketidaktahuan kedua belah pihak yang melakukan transaksi terhadap objek yang ditransaksikan, dan hal ini akan berakibat kepada kerugian salah satu pihak (Aziz, 1996).

31. Ghair Naqdan adalah sebutan yang digunakan untuk transaksi jual beli yang metode pembayarannya secara tangguh (deferred payment).

32. Halal adalah bebas atau terhindar dari hal-hal yang diharamkan atau dilarang oleh Allah SWT. (Kristianto, 2009).

33. Hawalah Muthlaqah adalah jenis transaksi yang berfungsi untuk kegiatan pengalihan utang dari pihak yang menyebabkan adanya dana keluar (cash out) bank (Octaviani, 2015).

34. Hawalah Muqayyadah adalah suatu jenis transaksi yang bertujuan untuk penyelesaian (set off) utang-piutang di antara tiga pihak yang berhubungan dengan kegiatan muamalah atau perdagangan dengan tidak mengakibatkan adanya dana keluar (cash out) bank (Octaviani, 2015).

35. Hawalah Bil Ujrah adalah transaksi pengalihan utang-piutang yang berujung pada pengenaan imbalan jasa (ujrah) (Nugraheni, 2017).

36. Hiwalah adalah kegiatan pengalihan hutang dari satu pihak kepada pihak lain atau dapat juga diartikan sebagai transaksi pemindahan hutang dari muhil (orang yang berutang) kepada muhal 'alaih (orang yang menanggung untuk membayar hutang) (Octaviani, 2015).

37. Hiwalah Dayn adalah akad pengalihan hutang atau kewajiban membayar hutang dari satu orang kepada orang lain atau dari satu pihak kepada pihak lain (Octaviani, 2015).

38. Hiwalah Haqq adalah transaksi pengalihan/pemindahan piutang/hak suatu pihak kepada pihak lain untuk menagihnya (Octaviani, 2015).

39. Indeks Islam adalah sebuah indeks yang menunjukkan perkembangan atau pergerakan dari berbagai jenis harga saham dari pihak emiten yang digolongkan atau dikategorikan sesuai dengan hukum Islam (aturan syariah) (Ramadhan, 2016).

40. 'Illat adalah sebuah sifat yang berpengaruh terhadap suatu hukum dengan sebab yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. (Noorwahidah, n.d).

41. Istishna/Istisna' adalah sebuah akad pembiayaan barang dalam hal pemesanan pembuatan barang dengan kriteria tertentu yang sudah disepakati sebelumnya antara pihak penjual dengan pihak pembeli (UU No. 21, 2008).

42. Kafalah adalah sebuah jaminan yang diberikan oleh pihak penanggung (kafiil) kepada pihak ketiga dalam memenuhi kewajibannya atas pihak kedua atau pihak yang ditanggung (makful'anhu, ashil) (Fatwa DSN No. 11, 2000).

43. Keuangan Syariah adalah sebuah sistem keuangan yang prinsip dasar dalam operasionalnya dijalankan sesuai dengan prinsip syariah (ajaran Islam) (Cahyaningrum, 2017).

44. Konsep Akad adalah suatu bagian dari konsep keadilan atau sebuah konsep yang mengarah pada keseimbangan yang ada dalam setiap transaksi yang dilakukan antara satu pihak dengan pihak lain (Ashal, 2016).

45. Naqdan/Fil Hal adalah sebutan yang digunakan untuk transaksi yang berlangsung secara tunai/cash.

46. Margin Murabahah adalah selisih harga jual objek murabahah dikurangi dengan harga perolehan objek murabahah (Fidyah, 2017).

47. Marhun adalah sebutan yang digunakan untuk menyatakan barang jaminan (Rahayu, 2017).

48. Maslahah adalah suatu upaya untuk memposisikan suatu kepentingan umum sebagai kerangka dasar dalam hal pembentukan sebuah hukum, khususnya terhadap masalah-masalah baru yang terjadi di kalangan masyarakat yang memang belum adanya dalil yang tegas dalam Al-Qur'an, Hadis, Ijma' dan Qiyas (Hamid, 2007).

49. Maysir adalah sebuah transaksi yang mengandung kegiatan perjudian dan spekulatif yang sangat tinggi (Masjono, n.d).

50. Muajjal adalah transaksi yang pembayarannya dilakukan pada akhir waktu tangguh (lump sum).

51. Mudharabah adalah kegiatan kerjasama antara dua belah pihak, di mana satu pihak berperan sebagai sahibul maal (penyedia modal) dan pihak satu lagi berperan sebagai mudharib (pengelola modal), apabila adanya keuntungan dari hasil pengelolaan dana tersebut maka akan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, sedangkan bila terjadi kerugian maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh sahibul maal, kecuali kerugian yang disebabkan karena kelalaian mudharib (Hisamuddin, 2015).

52. Mudharabah Al-Muthlaqah adalah kerjasama di mana pihak yang memberikan modal tidak memberikan batasan-batasan tertentu kepada pihak pengelola dana terkait dengan jenis, tempat, dan tujuan usaha yang dijalankan (Nizar, n.d).

53. Mudharabah Al-Muqayyadah adalah kerjasama di mana sahibul maal (pemilik modal) memberikan batasan-batasan tertentu terhadap usaha yang dijalankan oleh mudharib (pengelola modal) (Nizar, n.d).

54. Mudharabah Musytarakah adalah kerjasama di mana mudharib (pengelola dana) ikut menyertakan dananya dalam usaha yang dijalankan tersebut (Manggala, 2014).

55. Muhil adalah pihak yang berutang pada salah satu pihak dan juga memiliki piutang pada pihak lainnya (Nugraheni, 2017).

56. Muhal atau Muhtal adalah pihak yang berpiutang pada muhil (Nugraheni, 2017).

57. Muhal 'Alaih adalah pihak yang berutang pada muhil dan selanjutnya dialihkan oleh muhil untuk membayar utang tersebut kepada muhal/muhtal (Nugraheni, 2017).

58. Muhal Bih adalah objek yang dialihkan yang berupa utang muhil kepada muhtal dan juga sighat (ijab qabul) (Nugraheni, 2017).

59. Mukhabarah adalah kerjasama di bidang pertanian di mana bibit tanaman berasal dari pihak pemilik tanah.

60. Murabahah adalah transaksi jual beli barang di mana pihak penjual memberi tahu harga perolehan dan keuntungan yang akan diambilnya kepada pihak pembeli (Yusuf, 2013).

61. Murabahah tanpa Pesanan adalah murabahah di mana pihak penjual tetap mengadakan persediaan barang meskipun tidak ada yang membeli atau memesannya terlebih dahulu (Yusuf, 2013).

62. Murabahah berdasarkan Pesanan adalah murabahah di mana pihak penjual baru akan mengadakan persediaan apabila ada orang yang mau membeli atau memesan barang terlebih dahulu (Yusuf, 2013).

63. Musyarakah adalah akad kerjasama yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih untuk menjalankan suatu usaha tertentu, di mana setiap pihak menyetorkan modal usahanya, apabila  usaha tersebut memberikan keuntungan maka harus dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan bila usaha tersebut mengalami kerugian maka harus ditanggung sesuai dengan porsi modal yang telah disetorkan oleh masing-masing pihak (Wokas, 2017).

64. Musyarakah Pemilikan (Syirika Al-Milk) adalah musyarakah yang terjadi akibat adanya warisan, wasiat, atau keadaan tertentu yang menjadikan suatu aset dimiliki secara bersama (coownership/joint ownership) (Wokas, 2017).

65. Musyarakah Akad (Syirikah Al-Uqud) adalah kemitraan yang terbentuk karena adanya kesepakatan antara dua pihak atau lebih untuk bekerjasama dalam upaya untuk mencapai tujuan tertentu, di mana masing-masing pihak bersedia untuk menyetorkan modal, menerima keuntungan, atau bahkan menanggung kerugian yang terjadi dari usaha yang mereka jalankan (Wokas, 2017).

66. Musaqat adalah kerjasama di bidang pertanian yang jangka waktunya tahunan.

67. Muzara'ah adalah akad kerjasama di bidang pertanian yang terdiri dari dua belah pihak, pihak pertama berperan sebagai penyedia lahan dan pihak kedua berperan sebagai penggarap lahan, yang bertujuan untuk ditanami tanaman oleh Si penggarap dan hasil yang diperoleh dibagi sesuai kesepakatan yang telah dibuat pada saat akad tersebut disetujui (Nugraha, 2016).

68. Nasiah adalah jenis riba yang terjadi karena adanya penundaan pembayaran (tidak tunai) dari pihak pembeli atas barang yang telah dibelinya (Nurrohman, 2017).

69. Overhead Cost adalah rata-rata jumlah biaya overhead riil yang telah lalu, yang mencakup di antaranya biaya promosi, biaya personalia, biaya administrasi, dan berbagai jenis biaya/beban lainnya (Fidyah, 2017).

70. Pasar Modal Syariah adalah institusi pasar modal sebagaimana biasanya namun di dalamnya diterapkan prinsip-prinsip syariah (Ramadhan, 2016).

71. Pelembagaan Zakat adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dengan tujuan untuk memperhatikan dan mengembangkan teknik penghimpunan dana zakat, seperti halnya mendirikan Badan Amil Zakat Nasional yang bertugas untuk mengelola dana zakat secara efisien dan efektif, serta manfaatnya dapat diraksakan langsung oleh para mustahik (orang yang berhak menerima zakat) (Ridlo, 2014).

72. Perbankan Syariah adalah semua hal yang berhubungan dengan Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, baik itu mengenai kelembagaan, usaha yang dijalankan, serta berbagai proses yang dilakukan dalam hal pengembangan ataupun peningkatan kinerjanya (Yusuf, 2013).

73. Prinsip Simpanan Murni adalah prinsip di mana pihak Bank Syariah menawarkan fasilitas penyimpanan dana kepada pihak yang kelebihan dana untuk menyimpannya dalam bentuk simpanan wadiah (Imaniyati, 2011).

74. Prinsip Syariah adalah suatu jenis aturan perjanjian yang berlandaskan hukum Islam yang dilakukan antara satu pihak dengan pihak lain, baik itu dalam kegiatan usaha ataupun dalam berbagai kegiatan muamalah lainnya (Nugraheni, n.d).

75. Prinsip At-Ta'awun adalah sebuah prinsip yang sangat mengedepankan semangat saling bantu-membantu di antara sesama masyarakat (Nizar, n.d).

76. Qiyas adalah sebuah teknik pengambilan hukum dari nas atau dalil secara maknawi (ma'qul), atau dalam kata lain bukan mengambil hukum secara zahir (literal), dengan demikian qiyas tersebut sering diartikan sebagai pengamalan terhadap nas, dan pada setiap nas yang ada pasti mengandung yang namanya maqashid asy-syari'ah (tujuan syariat) (Noorwahidah, n.d).

77. Rahn (Gadai Syariah) adalah pemberian kekuasaan oleh pihak yang meminjam kepada pihak yang memberi pinjaman untuk menjadikan barang yang dimilikinya sebagai jaminan atas utang yang telah dipinjamnya, sehingga dengan adanya barang jaminan tersebut pihak yang memberikan pinjaman dapat mengambil kembali sebagian atau seluruh piutangnya (Rahayu, 2017).

78. Rahiin adalah pihak yang memberikan gadai (Rahayu, 2017).

79. Reksadana (Mutual Fund) adalah jenis perusahaan asuransi yang bertujuan untuk mengelola investasi seperti saham, obligasi, dan sebagainya, dengan cara mengeluarkan surat berharga tersendiri yang difokuskan kepada para investor, dengan demikian para investor tidak perlu lagi melakukan investasi secara langsung, akantetapi cukup dengan membeli surat berharga yang telah diterbitkan oleh pihak reksadana (Ramadhan, 2016).

80. Riba (Usury) adalah tambahan atau pengambilan keuntungan atas transaksi pinjam-meminjam oleh pihak yang memberikan pinjaman atau dalam kata lain pihak yang meminjamkan uang tersebut harus mengembalikan uang yang dipinjamnya sebesar jumlah pokok pinjaman ditambah dengan bunga, di sisi lain riba juga dapat timbul akibat adanya transaksi tukar-menukar barang sejenis dengan berbeda kualitas dan kuantitasnya (Tho'in, 2016).

81. Salam/Bai' Salam adalah bentuk jual beli barang secara pesanan dan proses pembayarannya dilakukan terlebih dahulu dengan syarat-syarat tertentu yang telah disepakati antara pihak penjual dengan pihak pembeli (Fatwa DSN No. 05, 2000).

82. Sukuk adalah jenis efek syariah yang berbentuk sertifikat atau sebuah bukti terhadap kepemilikan suatu aset yang nilainya sama dan dapat mewakili atas beberapa aset berwujud tertentu, nilai manfaat atas aset, jasa, aset suatu proyek, dan kegiatan investasi yang telah dilakukan (Fasa, 2016).

83. Syirkah Abdan adalah kerjasama yang dilakukan oleh tenaga profesional untuk bersama-sama menyelesaikan suatu pekerjaan dan upah yang mereka dapatkan dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat (Wokas, 2017).

84. Syirikah Wujuh adalah kerjasama yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang masing-masing dari mereka memiliki reputasi dan prestise yang baik dalam hal berbisnis (Wokas, 2017).

85. Syirkah Muwafadah adalah bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih yang mana masing-masing dari mereka harus memiliki kedudukan dan komposisi yang sama, baik itu terkait dengan jumlah setoran modal, agama, jenis pekerjaan, keuntungan atau bahkan risiko juga harus ditanggung secara bersama-sama (Wokas, 2017).

86. Tabarru' adalah jenis akad untuk kegiatan tolong-menolong dan semata-mata hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT. bukan untuk tujuan memperoleh laba/keuntungan (Rafsanjani, 2016).

87. Take Over adalah jenis pelayanan yang diberikan oleh Bank Syariah dalam hal membantu masyarakat untuk mengubah transaksi yang tidak sesuai dengan syariah menjadi transaksi yang sesuai syariah (Nugraheni, n.d).

88. Takaful Keluarga adalah jenis asuransi yang pelayanannya lebih mengutamakan tentang jiwa dan keluarga, yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat, yang dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip dan aturan syariah (Ichsan, 2016).

89. Taqsith adalah proses pembayaran yang dilakukan secara angsuran/instalment.

90. Tijarah adalah segala bentuk akad/perjanjian yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari pelaksanaannya (Rafsanjani, 2016).

91. 'Uqud At-Tabarru'at adalah sebutan yang digunakan untuk menyatakan akad yang bergerak di bidang tolong-menolong atau bertujuan untuk kebaikan bersama.

92. 'Uqud Al-Mu'awadhat adalah sebutan yang digunakan untuk akad pertukaran.

93. Wadiah (Titipan) adalah jenis simpanan yang dapat ditarik kapanpun oleh nasabah akan tetapi tidak adanya porsi bagi hasil, dikarenakan simpanan tersebut hanya sekedar titipan saja dan pihak bank menjamin atas keamanan dan pengembalian dana para nasabah (Nizar, n.d).

94. Wadiah Yad Dhamanah adalah titipan di mana pihak yang menerima titipan diberikan izin oleh penitip untuk menjaga dan memanfaatkan barang titipan tersebut, apabila diperoleh keuntungan maka keuntungan tersebut menjadi hak pihak yang menerima titipan, dan juga diberikan kepada penitip sebagai bonus akan tetapi tidak boleh diperjanjikan di awal akad (Nizar, n.d).

95. Wadiah Yad Al-Amanah adalah titipan di mana pihak yang menerima titipan tidak diberikan izin oleh penitip untuk memanfaatkan barang titipan tersebut, dengan demikian pihak yang menerima titipan dapat mengenakan biaya titipan kepada pihak penitip, dan apabila terjadi kerusakan atau kehilangan barang titipan maka pihak penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kejadian tersebut kecuali kejadian tersebut terjadi akibat kelalaiannya dalam menjaga barang titipan (Nizar, n.d).

96. Wakaf adalah kegiatan penyerahan sebagian harta benda dari satu pihak dengan tujuan agar harta benda tersebut dapat digunakan untuk kepentingan ibadah atau untuk dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam jangka waktu tertentu atau untuk selamanya (Pasal 1 UU No. 41, 2004).

97. Wakalah atau Wikalah adalah pemberian kekuasaan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk melakukan suatu pekerjaan agar pekerjaan tersebut dapat berjalan seperti yang telah direncanakan (Octaviani, 2015).

98. Wakalah Bi Al-Ujrah adalah pemberian kekuasaan yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lain untuk melakukan suatu pekerjaan dengan memberikan upah apabila pihak yang mengerjakan pekerjaan tersebut telah menyelesaikan tugasnya (Manggala, 2014).

99. Watsiiqah (Jaminan) adalah segala sesuatu yang dijadikan oleh pihak yang melakukan sebuah akad pinjam-meminjam sebagai barang penguat atau jaminan (Rahayu, 2017).

100. Zakat adalah bagian dari harta yang dimiliki oleh seseorang dan wajib untuk dikeluarkan serta disalurkan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) sesuai dengan ketetapan Allah (Kristianto, 2009).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Daftar 100 Istilah Populer dalam Ekonomi Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel