Pengertian Wakaf: Rukun dan Syarat Keabsahannya

Wakaf menjadi hal yang paling penting dan utama dalam upaya untuk mencapai keberkahan dari harta yang kita miliki. Bagaimana tidak? Wakaf itu sendiri kan salah satu cara untuk menginfakkan harta di jalan Allah, dan tentunya sangat dianjurkan bagi kita semua apabila sudah memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Pengertian Wakaf Rukun dan Syarat Keabsahannya

Di sisi lain, harta yang kita wakafkan dapat berguna atau bermanfaat bagi banyak orang, sehingga dapat mempererat hubungan antara pewakaf dengan pihak masyarakat (pengguna harta wakaf).

Namun, dalam mewakafkan sesuatu harus secara hati-hati dan melakukannya sesuai dengan rukun dan syarat dari wakaf itu sendiri agar wakaf yang kita lakukan sesuai dengan aturan yang ada dalam syariah Islam. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai pengertian, rukun, dan syarat dari wakaf. Langsung saja disimak supaya makin bertambah wawasan:

1. Pengertian Wakaf


Secara bahasa wakaf berasal dari kata habs dan waqf yang berarti menahan, mencegah, dan diam atau menetap (Tanjung, 2016). Sedangkan secara istilah wakaf merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menahan harta benda yang dimiliki oleh seseorang (Wakif) dan selanjutnya manfaat yang diperoleh dari harta tersebut akan disalurkan dengan cara memperhatikan keutuhan dari pokok hartanya, serta tujuan utamanya yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (an-Nawawi dalam Muliadi, 2016).

2. Rukun dan Syarat Wakaf


Berdasarkan sebagian besar pandangan para ulama maka dapat disimpulkan bahwa rukun dan syarat dari wakaf itu antara lain (Muliadi, 2016):

a. Rukun-rukun Wakaf


Berikut beberapa rukun dari wakaf itu sendiri:
  • Wakif
  • Nazhir
  • Harta benda wakaf
  • Ikrar wakaf
  • Peruntukan harta benda wakaf
  • Jangka waktu wakaf

b. Syarat-syarat Wakaf


Adapun syarat-syarat dari wakaf dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Syarat Wakif (Orang yang Berwakaf)

Seorang Wakif harus cakap hukum dalam hal melakukan suatu akad tabarru' (akad tolong-menolong) atau dalam kata lain memiliki kecakapan dalam hal melepaskan harta yang dimilikinya tanpa mengharapkan imbalan berupa materi dari orang lain. 

Di samping itu, seseorang baru dianggap memiliki kecakapan dalam melakukan akad tabarru' yaitu orang-orang yang sudah dewasa (baligh), berakal sehat (waras), tidak memiliki penghalang dalam hal melakukan suatu perbuatan hukum, dan juga objek yang diwakafkan harus resmi merupakan harta milik dari Wakif (orang yang mewakafkan).

  • Syarat Nazhir (Pengelola Harta Wakaf)

Nazhir merupakan pihak yang memegang amanah dalam mengelola ataupun mengembangkan harta yang telah diwakafkan oleh para Wakif sesuai dengan fungsi dan tujuan yang telah disyaratkan oleh Wakif, Nazhir ini dapat berupa perseorangan, organisasi, atau suatu badan hukum yang terpercaya.

Adapun syarat-syarat bagi seorang Nazhir adalah:
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Beragama Islam
  3. Dewasa
  4. Amanah
  5. Mampu secara jasmani dan rohani
  6. Tidak terhalang melakukan suatu perbuatan hukum

  • Syarat Harta Benda Wakaf (Mauquf)

Objek wakaf akan dipandang sah apabila memiliki keunggulan yang berupa daya tahan dalam jangka waktu yang panjang dan merupakan harta milik pribadi Si Wakif. 

Sementara itu, objek wakaf dapat meliputi benda yang bergerak maupun tidak bergerak, misalnya saja uang, logam mulia, tanah, surat berharga, kendaraan, hak sewa, dan berbagai bentuk harta lainnya yang dipandang sah menurut aturan atau ketentuan syara' serta Undang-undang yang berlaku.

  • Syarat Ikrar/Pernyataan Wakaf

Ikrar atau pernyataan wakaf dapat dituangkan dalam bentuk tertulis, lisan, atau dengan isyarat yang dapat dipahami maksud dan tujuannya, namun, ada sidikit hal yang berbeda yaitu ikrar wakaf dengan cara isyarat dikhususkan untuk orang-orang yang tidak memiliki kemampuan dalam hal menulis ataupun mengucapkannya secara lisan, dengan demikian agar tetap terjaga keabsahan dari kegiatan wakaf maka ikrar melalui isyarat harus benar-benar dapat dipahami atau dimengerti oleh pihak yang menerima wakaf.

  • Syarat Peruntukan Harta Benda Wakaf

Harta wakaf tidak boleh diperuntukkan untuk hal-hal yang bertentangan dengan syariah, hal ini dimaksudkan agar sejalan dengan tujuan dari wakaf itu sendiri yaitu untuk beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Dengan demikian, dalam peruntukan harta wakaf harus dipastikan bahwa harta tersebut dapat memberikan manfaat atau sesuai dengan prinsip ibadah, misalnya saja untuk sarana dan kegiatan ibadah, kebutuhan pendidikan dan kesehatan, bantuan untuk fakir miskin, dan sejenisnya.

  • Syarat Jangka Waktu Wakaf

Dalam hal menentukan jangka waktu wakaf terdapat perbedaan pendapat di antara para Fuqaha mengenai permanennya jangka waktu wakaf. Sehingga ada fuqaha yang membenarkan wakaf yang dilakukan untuk jangka waktu tertentu (tidak untuk selamanya).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

8 Responses to "Pengertian Wakaf: Rukun dan Syarat Keabsahannya"


  1. Inti dari semua ada tata cara serta aturannya yaa mas..😄😄

    Ok thanks banget tentang tulisan bermanfaatnya bisa buat tambah wawasan bagi diri saya.😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti lah, kalau gak ada aturannya semua urusan jadi kacau.

      Alhamdulillah, terima kasih juga atas kunjungannya ya!

      Delete
  2. Terima kasih pak tulisannya, bisa menginspirasi untuk web islamiah.id.
    Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, terima kasih telah berkunjung, berarti blog kita bersaudara ya (sama jenis lain kumis).

      Delete
  3. Alhamdulillah dapat wawasan... terima kahih Akhi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, sama-sama.

      Terima kasih juga karena telah berkunjung!

      Delete
  4. Wakaf inilah sekarang ini yang kurang di lakukan oleh umat, padahal pahalanya mengalir selama-lamanya dengan catatan, sepanjang wakaf tersebut di laksanakan dengan ikhlas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali akhi Yuherman, semoga kedepannya wakaf ini menjadi sebuah trend atau dalam kata lain menjadi sebuah hal yang paling diutamakan oleh masyarakat dalam menginfakkan hartanya di jalan Allah.

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel