Penyebab Kemiskinan: Kebutuhan atau Gaya Hidup

Seiring dengan pergeseran budaya, maka bergeserlah berbagai aspek kehidupan dan perekonomian masyarakat, sehingga dibutuhkan usaha yang maksimal agar mampu bersaing dengan perubahan yang ada. Namun, yang terjadi hari ini masyarakat hanya mampu bersaing dalam hal penampilan bukan dalam hal ekonomi atau keuangan.

Penyebab Kemiskinan Kebutuhan atau Gaya Hidup

Jika kita perhatikan terlihat bahwa masyarakat kita lebih konsumtif jika kita bandingkan dengan masyarakat di negara lain, contohnya di Jepang, orang Jepang walaupun mereka memiliki kekayaan mereka mencoba untuk hidup sederhana, karena bagi mereka hidup sederhana itu mudah dan bebas, tidak terlalu disibukkan dengan kegiatan mengurus harta benda yang kian menumpuk.

Sedangkan masyarakat kita memilih sebaliknya dan hal ini terjadi karena adanya budaya "Lumoe kap situek" atau yang sering disebut dengan budaya ikut-ikutan, dan parahnya lagi yang diikuti itu bukan hal yang seharusnya diikuti dan diambil hikmah melainkan sesuatu yang harus ditinggalkan agar tatanan kehidupan terjaga dengan baik.

Ada beberapa gaya hidup yang dapat menyebabkan kemiskinan di antaranya yaitu:
  1. Gaya hidup yang bermegah-megahan.
  2. Gaya hidup yang menggunakan harta secara sia-sia pada bidang atau kegiatan yang tidak bermanfaat.
  3. Gaya hidup yang bebas dan terlalu menuruti hawa nafsu.

Dengan adanya berbagai gaya hidup maka kita harus berhati-hati dalam memilihnya agar kita tidak salah dalam hal menentukan tujuan hidup di dunia ini. Jika budaya kita sudah salah maka apapun yang kita kerjakan akan ikut salah.

Dalam Islam sebenarnya sudah panjang lebar dijelaskan mengenai cara penggunaan harta yang benar, di mana dengan adanya harta tersebut dapat membawa manfaat bagi pemilik harta dan orang lain.

Islam tidak membenarkan seseorang mengutamakan keinginan dibandingkan kebutuhan, karena keinginan tersebut tidak ada batasnya, berbeda dengan kebutuhan yang memiliki batas.

Jika saja, keinginan tersebut dipenuhi maka seluruh isi bumi juga tidak akan cukup untuk memuaskan keinginan manusia, dan hal inilah yang harus kita hindari agar tidak terjadi ketimpangan secara terus-menerus.

Rasulullah telah memberikan teladan bagi kita agar kita bisa hidup sederhana dan tidak menghabiskan harta secara berlebih-lebihan.

Dalam hal ini bukan berarti kita harus menggunakan pakaian yang jelek dan tidak boleh membeli pakaian yang baru, akan tetapi yang terpenting di sini yaitu kita harus pandai dalam mengatur dan menggunakan harta kita agar harta yang kita miliki tersebut tidak membawa malu dan ancaman bagi kita.

Jika kita amati pergeseran budaya yang terjadi hari ini tidak terlepas dari pengaruh budaya barat, yang mana budaya barat tersebut merupakan budaya yang sangat-sangat berbeda dengan budaya kita dan tidak boleh kita tiru semuanya.

Kita sebagai orang Islam harus pandai dalam menerima dan menyerap budaya yang masuk dari luar agar kita tidak menyesal dan mendapatkan kehancuran.

Salah satu tujuan syariah yaitu menjaga harta, dalam hal ini menjaga pola konsumsi kita juga merupakan bagian dari menjaga harta, maka untuk itu alangkah baiknya jika kita senantiasa memperbaiki pola konsumsi, pola konsumsi yang dimaksudkan tidak hanya terbatas pada konsumsi makanan sehari-hari akan tetapi segala sesuatu yang kita gunakan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Harta dan kekayaan yang telah Allah berikan di dunia ini perlu kita manfaatkan dengan baik agar tidak sia-sia, di Indonesia saat ini semakin meningkat masalah yang terjadi, mulai dari masalah yang kecil hingga masalah yang serius dan hal ini tidak terlepas dari yang namanya kesalahan dalam konsumsi atau menjaga harta.

Tak sedikit yang melakukan kecurangan dalam memperoleh harta dan begitu juga dengan penggunaannya, sehingga masalah semakin membesar dan sulit untuk diatasi.

Penggunaan harta orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan juga merupakan sebuah kesalahan dalam konsumsi. Apalagi harta yang diambil tersebut digunakan dalam hal bermegah-megahan sungguh sangat memalukan dan tidak berpendirian.

Tak hanya itu, cuaca yang begitu panas hari ini juga timbul karena kelakuan manusia yang bermegah-megahan membangun bangunan yang tidak ramah lingkungan sehingga banyak sekali efek buruk yang kita hadapi, dan jika sudah terjadi seperti ini maka sangat sulit untuk dikembalikan ke keadaan semula.

Namun sangat disayangkan, sampai saat ini masih banyak juga yang belum sadar akan hal itu, ditandai dengan semakin maraknya pembangunan dan pemotongan kayu di hutan untuk memenuhi keinginan manusia yang begitu hebat.

Dan juga masih memiliki sifat burung pipit, di mana burung pipit selalu bersuara "dit dit" dalam bahasa Aceh dit berarti sedikit, sebanyak apapun harta dan rahmat yang diberikan oleh Allah tapi manusia merasa bahwa yang diberikan itu sedikit sehingga manusia tersebut banyak yang kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan.

Kita sebagai orang muslim yang baik sudah saatnya merubah perilaku tersebut menjadi perilaku atau akhlak yang baik.

Hidup di dunia ini ada tujuannya yaitu untuk beribadah, jadi sangat disayangkan jika kita tidak melakukannya semasa kita masih memiliki kesempatan dalam hidup ini.

Tak ada orang yang tau kapan dia akan dikembalikan ke tempat asalnya, oleh karena itu manusia harus selalu memperkokoh imannya agar ketika manusia dikembalikan ketempat asal tidak kembali dalam keadaan yang rugi.

Dalam menjalani hidup ini kita perlu akan pedoman agar kita tidak salah melangkah, di antara pedoman-pedoman tersebut yaitu al-Qur'an, as-Sunnah, Ijma', dan Qiyas.

Dari pembahasan di atas dapat kita pahami bahwa yang membuat perekonomian masyarakat Indonesia semakin tidak berkembang yaitu gaya hidup bukan kebutuhan hidup.

Gaya hidup harus sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan seseorang dalam memenuhinya, gaya hidup dibolehkan selama tidak berlebihan, akan tetapi jika sudah berlebihan maka tidak dibolehkan lagi.

Kita dituntut agar tidak mengikuti syaitan karena salah satu sifat syaitan yaitu suka berlebih-lebihan dan berfoya-foya.

Selama kita tidak terperangkap ke dalam jebakan syaitan maka kita akan selamat, sedangkan jika kita sudah terperangkap atau sudah dibodohi sama syaitan maka jangan harap kita akan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup di dunia ini.

Sekian dan mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak sopan. Tetap semangat dalam menjalani aktivitasnya ya!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

12 Responses to "Penyebab Kemiskinan: Kebutuhan atau Gaya Hidup"

  1. MasyaAllah, indah sekali nasihatnya. Makasih ya udah ngingetin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, oh ya, terima kasih juga atas kunjungannya

      Delete
  2. Semacam tertampar sayanya.
    dittt diittt dittt..

    Padahal, hingga usia sekarang, sudah tak terhitung nikmat yang diberikan Allah pada saya.
    Bahkan masih hidup dan bernafas melalui hidung saja, merupakan anugrah tak terbayarkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi gak terlalu kencang kan tamparannya?

      Itulah, kita sebagai manusia terkadang suka melupakan nikmat yang telah Allah berikan, maka untuk itu mari sama-sama kita tingkatkan keimanan dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah, agar harta kita semakin bertambah dan jadi lebih berkah.

      Tetap semangat dalam berdakwah dan terima kasih atas kunjungannya ya!

      Delete
  3. Informasi yang sangat berguna sekali untuk membangun diri ini agar menjadi lebih baik. Nice sharing gan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungannya ya, semoga dilancarkan segala urusan dunia dan akhiratnya. Amin

      Delete
  4. Ahaa, ternyata gaya hidup yang konsumtif turut menjadi penyebab kemiskinan ya mas?, ya ya ya sulitnya membedakan antara keinginan dengan kebutuhan duniawi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti lah, karena sebanyak apapun modal atau harta yang kita miliki, bila tidak kita produktifkan maka akan habis secara sia-sia, sehingga ekonomi kita tuh tidak pernah maju.

      Iya, pada dasarnya keinginan dan kebutuhan memang berbeda jauh, dan jangan sampai kita salah memprioritaskannya.

      Oh ya, salam kenal dan terima kasih karena telah berkunjung!

      Delete
  5. Tetangga saya ada yang boros banget. Gaya hidupnya mewah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bahaya ni kalau dibaca sama tetangganya nanti.

      Kadang uangnya udah banjir wkwkw

      Delete
  6. bener banget gaya hidup terlalu tinggi bisa mengakibatkan kemiskinan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti lah, soalnya sifat boros itu gayanya syaitan, jadi kita ambil jalan tengah aja (tidak boros dan tidak pelit).

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel