Apa itu Keuangan Islam?

Keuangan Islam dapat dipandang sebagai bentuk investasi etis, atau pinjaman etis, kecuali bahwa tidak ada pinjaman yang mungkin kecuali mereka bebas bunga.

Apa itu Keuangan Islam

Tujuan (maqsid) dari transaksi keuangan syariah dapat diringkas sebagai berikut:
  • Untuk menjadi jujur dengan prinsip-prinsip keadilan dan syariah;
  • Harus bebas dari pengayaan yang tidak adil;
  • Harus berdasarkan persetujuan yang benar dari semua pihak;
  • Harus menjadi bagian integral dari perdagangan nyata atau kegiatan ekonomi seperti penjualan, sewa, pembuatan, atau kemitraan.
Keuangan Islam dalam arti luas dipraktikkan terutama di dunia Muslim sepanjang abad pertengahan, yang melibatkan berbagai kontrak untuk mengembangkan perdagangan dan kegiatan bisnis dengan pengembangan kredit.

Di spanyol dan negara-negara Mediterania dan Baltik, pedagang Islam menjadi perantara yang sangat diperlukan untuk kegiatan perdagangan.

Bahkan, banyak konsep, teknik, dan instrumen untuk membiayai perdagangan kemudian diadopsi oleh pemodal dan pengusaha Eropa.

Sebaliknya, istilah "keuangan Islam" dalam pengertian modern hanya muncul pada pertengahan 1980-an.

Bahkan, semua referensi sebelumnya untuk kegiatan komersial atau perdagangan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang dibuat di bawah payung perbankan "bebas bunga" atau "Islam".

Keuangan Islami didirikan atas dasar larangan mutlak atas pembayaran atau penerimaan dari setiap tingkat pengembalian yang telah ditentukan dan dijamin.

Ini menutup pintu ke konsep bunga dan menghalangi penggunaan instrumen berbasis hutang.

Sistem ini mendorong pembagian risiko, mempromosikan kewirausahaan, mencegah perilaku spekulatif, dan menekankan kesucian kontrak.

Instrumen keuangan dasar

Pasar Islam menawarkan instrumen yang berbeda untuk memuaskan penyedia dan pengguna dana dalam berbagai cara: penjualan, pembiayaan perdagangan, dan investasi.

Instrumen dasar termasuk pembiayaan cost-plus (Murabahah), bagi hasil (Mudarabah), leasing (Ijarah), kemitraan (Musyarakah), dan penjualan ke depan (Salam).

Instrumen ini berfungsi sebagai blok bangunan dasar untuk mengembangkan beragam instrumen keuangan yang lebih kompleks, menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk inovasi dan ekspansi keuangan di pasar keuangan Islam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel