Etika Islam dalam Praktik Bisnis

Islam tak hanya mengatur tentang perilaku seorang hamba, tapi juga mengatur bagaimana cara perolehan harta. Salah satunya yaitu dengan cara mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam aktivitas bisnis. Hal ini bertujuan agar bisnis yang dijalankan oleh umat manusia dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan, atau dalam kata lain memberikan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Atau lebih tepatnya harta yang dimiliki oleh seorang hamba menjadi lebih suci dan berkah.

Etika Islam dalam Praktik Bisnis

Praktik bisnis yang tidak menerapkan prinsip Islam mungkin bisa menang hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia saja, sedangkan selebihnya tidak, karena bisnis yang tidak sesuai dengan aturan Islam sering memberikan pengaruh buruk bagi kehidupan masyarakat, terkhusus lagi kepada pihak yang menjalankannya. Hal yang harus kita tau bahwa Islam tidak akan melarang aktivitas bisnis yang tidak memberikan mudharat atau dampak buruk lainnya. Atau boleh juga dikatakan bisnis yang memberikan manfaat bagi pelakunya menjadi prioritas utama dalam pandangan Islam.

Sebuah bisnis yang Islami tentunya berawal dari pelakunya itu sendiri, jika seorang pebisnis berupaya untuk menggiring bisnisnya ke arah yang dicintai syariah, maka bisnis tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai syariah. Sedangkan bila seorang pebisnis mencoba untuk mengarahkan bisnis atau usahanya ke arah pencapaian profit (keuntungan) yang sebesar-besarnya, tanpa mempertimbangkan aspek syariah, maka jadilah bisnis tersebut sebagai bisnis yang dibenci atau tidak disukai oleh syariah. Bisnis itu layaknya anak kecil yang masih bersih hatinya, segala hal yang muncul dari aktivitas bisnis tersebut tergantung dari siapa yang mengelola atau berada di dalamnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Etika Islam dalam Praktik Bisnis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel