Etika Produksi Menurut Islam

Produksi atau yang diartikan sebagai kegiatan penambahan manfaat terhadap suatu barang, selalu menjadi pusat perhatian masyarakat, hal ini dikarenakan konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat sangat berkaitan erat dengan barang yang diproduksikan. Demi menjaga kualitas moral, Islam telah membuat aturan mengenai barang yang boleh untuk diproduksikan dan barang yang diharamkan untuk diproduksi.

Etika Produksi Menurut Islam

Barang yang dibolehkan untuk diproduksi tentunya bukanlah barang yang diharamkan, kalau barangnya haram, maka aktivitas produksi juga akan ikut haram atau dilarang. Setiap muslim harus menyadari dan berusaha untuk menerapkan nilai-nilai ketauhidan dalam setiap aktivitas produksi yang dilakukan. Karena, dengan adanya hubungan baik antara manusia dengan penciptanya, maka produksi yang dilakukan akan mengarah kepada pencapaian kemaslahatan.

Di samping itu, Islam sangat menyukai sesuatu yang wajar, ideal, atau seimbang, dengan demikian maka jumlah barang yang diproduksikan haruslah sesuai dengan permintaan pasar, karena produksi barang yang berlebihan sama halnya dengan melakukan suatu perbuatan yang sia-sia. Dan juga tidak boleh memproduksi barang dalam jumlah yang sangat sedikit, hal ini dikarenakan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat terhadap barang yang diproduksikan tersebut.

Kegiatan produksi yang dilakukan dengan tidak menerapkan nilai-nilai Islam, akan sangat diragukan terhadap tingkat kehalalan suatu produk yang dihasilkan, yang sehingga dapat membuat sebuah hambatan dalam hal pendistribusian nantinya. Oleh karena itu, sebagai produsen muslim yang baik, harus selalu berpedoman kepada aturan syariah, di antaranya yaitu dengan menjadikan maqashid syariah (menjaga harta dan keberkahannya) sebagai tujuan utama dalam berproduksi.

Berbagai jenis produk yang telah diproduksikan tidak harus selalu dihargai dengan uang, akan tetapi juga harus diikuti dengan kegiatan saling memberi atau tolong-menolong. Umat muslim yang satu dengan yang lainnya merupakan suatu kesatuan yang utuh, sehingga bila ada satu atau sebagian anggotanya berada dalam kesusahan, maka sudah sepatutnya untuk dibantu dan dipenuhi kebutuhannya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Etika Produksi Menurut Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel