Fungsi-fungsi Lembaga Keuangan Syariah

Kehadiran lembaga keuangan syariah memberikan warna baru dalam aktivitas perdagangan.

Hal ini dikarenakan lembaga keuangan syariah dapat memberikan contoh terbaik terkait aktivitas bisnis atau perdagangan yang berbasis syariah.

Fungsi-fungsi Lembaga Keuangan Syariah

Tak hanya itu, kehadiran lembaga keuangan syariah juga dapat menggerakkan kualitas perekonomian dan kelancaran akses terhadap modal semakin meningkat.

Ada berbagai macam produk yang dapat dimanfaatkan oleh para pedagang untuk meningkatkan produktivitasnya.

Khususnya, produk-produk yang halal dan memberikan keberkahan bagi penggunanya.

Di samping itu, lembaga keuangan syariah juga memiliki beberapa fungsi yang berhubungan dengan sistem operasionalnya itu sendiri, berikut fungsi lembaga keuangan syariah yang dimaksud:

Penghimpun Dana


Lembaga keuangan syariah memanfaatkan berbagai produk yang telah dibuat atau ditetapkan dalam sistem operasionalnya, sebagai media untuk menghimpun dana dari pihak masyarakat.

Produk-produk yang dimaksud antara lain produk yang berprinsip wadiah, mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, dan berbagai jenis produk lainnya.

Keunikan atau perbedaan antara produk lembaga keuangan syariah dengan produk lembaga keuangan konvensional yaitu terletak pada prinsip syariahnya, dalam lembaga keuangan konvensional tidak dikenal dengan yang namanya prinsip syariah, sehingga produk yang ditawarkan kebanyakan berbasis bunga atau unsur-unsur terlarang lainnya.

Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, sudah tepat sekali untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan kinerja dari setiap lembaga keuangan syariah, dan sangat diperlukan pula akan adanya perhatian lebih dari pemerintah, untuk mendukung pengembangan lembaga keuangan syariah, salah satunya yaitu dengan mempercepat proses perizinan dalam hal pembuatan produk-produk baru dan memperkuat aturan khusus terkait kedudukan lembaga keuangan syariah itu sendiri.

Penyalur Dana


Dana yang sudah dikumpulkan melalui berbagai produk atau instrumen penghimpunan dana, selanjutnya akan disalurkan kepada pihak masyarakat melalui kegiatan kerja sama, yang biasanya dikenal dengan aktivitas pendanaan usaha.

Selain itu, penyaluran dana lembaga keuangan syariah sangatlah beragam, dan selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, apalagi kedudukan sebuah lembaga keuangan syariah terletak di negara-negara muslim, sudah tentu memberikan peluang yang sangat besar bagi lembaga keuangan syariah, untuk memanfaatkan dananya sebaik mungkin, guna memperoleh keuntungan dalam hal mempertahankan keberlanjutan operasionalnya.

Kegiatan penyaluran dana lembaga keuangan syariah tentunya berpedoman kepada prinsip syariah.

Sehingga, kehalalan dananya akan terus terjaga, dan akan sangat membantu berbagai bisnis umat Islam lainnya, yang mayoritasnya juga menggunakan dana yang berasal dari sumber yang halal.

Fungsi Sosial


Di samping penggunaan dana untuk tujuan produktif atau perolehan keuntungan, lembaga keuangan syariah juga dituntut agar dapat berkontribusi dalam hal mensejahterakan kehidupan masyarakat yang kurang mampu.

Di antaranya yaitu dengan memberikan zakat, infak, sedekah, wakaf, dan berbagai bantuan lainnya.

Hal ini tentunya dapat mempererat hubungan dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga keuangan syariah.

Semakin baik sebuah lembaga berperan dalam fungsi sosial, maka akan semakin mudah lembaga tersebut untuk tumbuh menjadi lebih besar dan memiliki pangsa pasar yang lebih luas.

Dengan adanya tiga fungsi utama lembaga keuangan syariah di atas, sangat diharapkan agar lembaga keuangan syariah yang ada di berbagai belahan dunia saat ini dapat tumbuh menjadi lebih besar, dan menjadi model bisnis berbasis syariah terbesar di dunia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel