Harta dan Kedudukannya bagi Manusia

Jika ditinjau dari kepemilikan, maka harta itu mutlak sebagai milik Allah, sedangkan manusia ditugaskan untuk menjaganya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Gagal memanfaatkan harta untuk jalan kebaikan, sama halnya dengan telah mengabaikan amanah. Hal yang harus kita yakini bahwa semua harta yang dititipkan oleh Allah akan diambil kembali dan akan dimintai pertanggung jawaban atas penggunaan atau pemanfaatannya.

Harta dan Kedudukannya bagi Manusia

Allah berhak untuk menguasai dan mengatur seluruh ciptaan-Nya, Dia akan memberikan atau menitipkan harta kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, atas dasar inilah terjadinya perbedaan jumlah harta antara satu orang dengan orang lainnya. Semakin banyak harta yang diamanahkan, berarti tanggung jawab seseorang akan lebih besar pula untuk menggunakannya di jalan kebaikan.

Di balik perbedaan jumlah harta tentunya tersimpan sebuah rahasia, di mana dengan adanya perbedaan tersebut Islam menginginkan agar orang yang memiliki harta yang lebih banyak harus mau menafkahi atau membantu orang yang hartanya sedikit. Sehingga, akan timbul suatu interaksi atau bentuk tolong-menolong antara individu satu dengan yang lainnya.

Ada berbagai bentuk kegiatan tolong-menolong yang dapat dilakukan oleh manusia, di antaranya yaitu dengan mengeluarkan zakat dari harta yang dimilikinya, bersedekah, wakaf, dan berbagai jenis pemberian lainnya. Hal yang lebih penting dalam menginfakkan harta di jalan Allah adalah keikhlasan. Semakin ikhlas berarti pahala yang akan didapat pun akan menjadi berlipat ganda.

Untuk menjaga keberlangsungan harta, alangkah baiknya harta tersebut digunakan untuk kegiatan produktif, dan menyesuaikan penggunaannya agar selalu berada pada garis yang wajar atau seimbang. Penggunaan harta secara boros atau terlalu kikir sangat dilarang dalam Islam, karena hal tersebut dapat membuat orang yang melakukannya menyesal dan tercela.

Selama harta yang dititipkan oleh Allah digunakan sesuai dengan panduan syariah, maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan oleh manusia. Karena telah jelas bahwa yang benar akan tetap benar di sisi Allah, dan yang salah akan tetap salah. Manusia tidak mampu untuk mengelabui antara yang benar dengan yang salah, atau tidak dapat menyembunyikan kesalahan yang telah diperbuat di akhirat kelak. Tepatnya, pada saat dihisabnya seluruh amalan manusia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Harta dan Kedudukannya bagi Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel