Instrumen-instrumen Dana Pembangunan Islam

Untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik tentunya memerlukan serangkaian instrumen atau sumber yang dapat menghasilkan dana. Tanpa adanya dana, maka proses pembangunan akan terhambat. Di samping itu, sumber dana itu sendiri berasal dari dua kategori, yaitu sumber dana yang halal dan sumber dana yang haram. Dana yang berasal dari sumber yang haram sudah pasti dilarang untuk digunakan. Sedangkan dana yang bersumber dari bidang-bidang yang halal sangat direkomendasikan atau bahkan diwajibkan untuk memilihnya.

Instrumen-instrumen Dana Pembangunan Islam

Atas dasar inilah Islam menawarkan beberapa instrumen yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk menghimpun dana pembangunan Islam, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai instrumen yang dimaksud:

1. Zakat


Zakat menjadi sumber dana yang sangat penting dan harus selalu diperhatikan akan kualitas penghimpunannya, hal ini dikarenakan zakat dapat meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi para mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Seperti yang kita ketahui bahwa untuk melakukan perubahan yang lebih besar itu harus dimulai dari yang kecil dulu. Maka hal ini sama seperti zakat, yaitu membangun kualitas ekonomi dimulai dari individu. Semakin banyak masyarakat yang sejahterah, maka semakin bagus pula pembangunan ekonomi di sebuah negara.

Sementara itu, zakat yang ada saat ini tidak hanya disalurkan dalam bentuk konsumtif saja, akan tetapi juga disalurkan dalam bentuk produktif, dengan demikian keberlangsungan dana yang diberikan akan terus terjaga dan akan semakin berlipat ganda seiring dengan semakin produktifnya pengelolaan dana zakat tersebut.

2. Infak dan Sedekah


Infak dan sedekah dapat membentuk tatanan masyarakat yang lebih baik, dikarenakan dengan adanya infak dan sedekah tersebut dapat mempererat hungan antara sesama manusia. Dana yang bersumber dari infak dan sedekah dapat pula dikelola oleh sebuah lembaga, dengan demikian pendistribusiannya pun akan lebih baik dan dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

3. Wakaf


Secara tidak langsung wakaf dapat mendongkrak pembangunan ekonomi dan infrastruktur sebuah negara. Hal ini dikarenakan wakaf yang dilakukan oleh seseorang lebih terfokus kepada pencapaian kebaikan bersama. Misalnya saja, wakaf tanah yang dilakukan untuk membangun sekolah atau tempat pendidikan lainnya, maka hal ini tentunya sangat membantu pihak pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tak hanya itu, tanah wakaf terkadang juga diwakafkan untuk pembuatan bangunan yang dapat menghasilkan (profit), seperti hotel syariah dan lain sebagainya.

4. Waris


Tujuan inti dari pembagian harta waris yaitu untuk mensejahterakan keluarga yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal dunia. Islam menginginkan agar harta waris tersebut dibagikan secara adil kepada orang yang berhak menerimanya dengan ukuran yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Bila seseorang meninggalkan harta waris yang banyak, maka akan memudahkan anak-anaknya untuk membangun ekonomi mereka. Penggunaan harta waris dengan tepat dan produktif sangat dianjurkan agar keberlangsungan dari harta tersebut tetap terjaga dan selalu memberikan manfaat kepada pemilik/orang yang mengelolanya. Tentunya, untuk mengelola harta waris yang dapat memberikan manfaat jangka panjang tidak lah mudah, maka alangkah berharganya bila seseorang mengajari anaknya tentang cara pemanfaatan harta yang baik dan halal agar harta yang ditinggal tersebut dapat dikelola dengan benar oleh anak-anaknya.

5. Sukuk


Melalui sukuk (obligasi syariah), pemerintah ataupun organisasi dapat menghimpun dana untuk tujuan pembangunan, dengan demikian sukuk tersebut harus mendapat perhatian lebih dalam hal pengembangannya. Sukuk ini tentunya berbeda dengan obligasi konvensional, di mana sukuk beroperasi sesuai dengan prinsip syariah dan bertujuan untuk memperoleh keuntungan atau pun profit yang dihalalkan saja dan memerhatikan kadar yang ideal (seimbang). Semakin berkembangnya sukuk di suatu negara, maka secara otomatis dapat meningkatkan pendapatan negara dan memberikan berbagai kemudahan bagi pihak masyarakat dalam urusan bisnis syariah.

Dari berbagai instrumen dana pembangunan Islam di atas, maka sudah sepatutnya kita tingkatkan pengelolaannya atau pun mendukung pertumbuhannya, supaya kemaslahatan ataupun kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat terwujud. Dalam pembangunan Islam, ada dua aspek yang ditawarkan, yaitu aspek fisik dan aspek non-fisik. Aspek fisik adalah usaha untuk membangun ekonomi masyarakat dan aspek non-fisik adalah untuk membangun dan memperbaiki akhlak ataupun perilaku masyarakat. Kedua hal tersebut sama-sama penting untuk dibangun agar mencapai falah (kemenangan) dunia dan akhirat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Instrumen-instrumen Dana Pembangunan Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel