Keadilan dalam Pertukaran (Jual Beli)

Setiap jual beli yang baik, tujuannya selalu mengarah pada pemenuhan kebutuhan di antara kedua belah pihak. Kalau ternyata hanya sebelah pihak saja merasakan manfaatnya, maka jual beli yang seperti itu tidak dapat dikatakan baik, apalagi adil.

Keadilan dalam Pertukaran (Jual Beli)

Konsep adil itu sendiri tak hanya ditujukan dalam pertukaran saja, akan tetapi keadilan sangatlah diharapkan agar dapat diterapkan dalam setiap lapisan kehidupan masyarakat. Tanpa keadilan, sama halnya dengan dibalut curang.

Pertukaran (jual beli) yang tidak didasari atas konsep keadilan, sangat rentan terjadinya permasalahan, hal ini dikarenakan adanya pelanggaran terhadap hak orang lain yang malakukan transaksi. Adil bukan berarti sama, tapi sesuai.

Setiap pertukaran, maka barang yang ditukarkan oleh kedua belah pihak, harus memiliki kesesuaian nilai antara yang satu dengan yang lainnya. Tidak boleh menukar sesuatu dengan cara yang curang, atau menipu orang lain untuk mendapatkan keuntungan yang banyak.

Pertukaran yang berlangsung secara adil akan diberkahi oleh Allah, dan akan menjadikan harta yang ditukarkan tersebut halal untuk dimanfaatkan. Ada beragam cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan sebuah transaksi yang adil, di antaranya yaitu dengan menghindari hal-hal yang sudah jelas dilarang dalam Islam.

Dalam konteks pertukaran, berarti menghindari dari kegiatan menipu pihak lain, menukarkan barang yang tidak sesuai antara satu sama lainnya, mengambil hak orang lain secara batil, dan berbagai hal-hal yang tidak dibenarkan lainnya.

Selama hal yang dilarang tersebut dapat dijauhi, maka akan sangat mudah untuk mencapai keadilan dalam sebuah pertukaran atau jual beli yang dilakukan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Keadilan dalam Pertukaran (Jual Beli)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel