Kebutuhan Dharuriyat dalam Perspektif Maqashid Syariah

Kebutuhan dharuriyat atau yang sering dikenal sebagai kebutuhan pokok merupakan hal yang tidak boleh tidak untuk dipenuhi. Maksudnya yaitu, upaya seseorang untuk memenuhinya harus menjadi prioritas utama. Jika kebutuhan dharuriyat tidak terpenuhi, maka dapat mengganggu aktivitas manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini, atau bahkan dapat mengarah pada terancamnya jiwa manusia itu sendiri.

Kebutuhan Dharuriyat dalam Perspektif Maqashid Syariah

Kebutuhan dharuriyat tidak lah terbatas pada kebutuhan akan makan dan minum saja, ada banyak hal lagi yang termasuk ke dalamnya. Kebutuhan dharuriyat merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk dipenuhi agar mencapai maqashid syariah (tujuan syariah). Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai kebutuhan dharuriyat dalam perspektif maqashid syariah:

1. Pemeliharaan Agama


Seseorang harus selalu berupaya untuk mempertahankan agama atau keimanannya, tidak boleh beralih agama sesuka hati, dan tidak pula berusaha untuk menyesatkan orang lain dengan kesesatan yang dimilikinya. Akan tetapi, harus menasihati orang lain dengan ilmu suci yang dimilikinya. Tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, sangat tidak baik bila seseorang melupakan kewajibannya untuk mempertahankan agama. Kebutuhan seorang hamba untuk menganut agama yang sempurna (rahmatan lil 'alamin) haruslah dipenuhi, karena hal ini sangat menentukan keadaannya di hari kiamat kelak, gagal dalam memelihara agama berarti telah gagal untuk merasakan kehidupan yang indah di hari akhirat.

2. Pemeliharaan Jiwa


Dalam rangka memelihara jiwa, maka sudah sepatutnya seorang manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan makan dan minum. Karena, tanpa makan dan minum jiwa manusia akan terancam, atau dalam kata lain manusia tidak dapat bertahan hidup bila kedua hal pokok tersebut tidak dipenuhi. Berkaitan dengan pemeliharaan jiwa, maka Islam memberikan kemudahan bagi orang yang sedang dalam keadaan darurat atau tidak adanya makanan halal yang bisa dikonsumsi, sedangkan yang ada hanya ada makanan haram, maka memakan makanan haram tersebut untuk mempertahankan hidupnya tidak lah dilarang, selama yang dimakan tersebut hanya sebatas untuk mempertahankan hidupnya atau tidak secara berlebihan. Kalau sudah berlebihan, maka perbuatan tersebut dianggap sebagai perbuatan maksiat.

3. Pemeliharaan Akal


Akal atau pikiran yang telah diberikan oleh Allah haruslah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, seseorang tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat merusak akal dan akhlaknya, kalau akal sudah rusak maka semua poin yang ada dalam maqashid syariah akan terganggu atau tidak dapat dipenuhi. Dengan diberikannya akal kepada manusia, sangat diharapkan agar manusia dapat berperan lebih baik dari makhluk lainnya, yaitu dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan akhlak dalam berinteraksi di antara sesamanya. Tujuan diutusnya Rasul ke dunia ini yaitu untuk memperbaiki akhlak atau akal manusia, jadi terbukti bahwa Islam sangat memperhatikan akan kesucian pikiran umat manusia. Kesucian pikiran merupakan hal yang paling dasar untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

4. Pemeliharaan Keturunan


Setiap individu tentunya harus selalu berusaha untuk menjaga keturunannya, salah satunya yaitu dengan cara menghindari perbuatan zina, kalau terjadinya perbuatan zina, maka keturunan seseorang akan hilang kesuciannya. Menjaga kesucian keturunan sama halnya dengan pemperhatikan kualitas generasi atau orang yang akan berperan sebagai penerus dari generasi sebelumnya. Pemeliharaan keturunan tidak lah terbatas pada kejelasan ibu dan ayah dari seseorang, akan tetapi juga harus menjaga kualitas keimanan dan akhlak dari generasi yang akan menjadi penggantinya. Keturunan yang baik yaitu keturunan yang paham atau tau cara berhubungan dengan baik sesama manusia, dan tau juga cara berhubungan baik dengan Allah dan Rasulnya. Atau dalam kata lain, paham cara menjalani kehidupan di dunia dan paham juga dalam menjalankan ibadah, yang mana ibadah tersebut akan berfungsi sebagai penolongnya di hari akhirat kelak.

5. Pemeliharaan Harta


Pemeliharaan harta sangatlah penting bagi setiap orang, harta yang dimiliki tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk jalan kebaikan, setelah menjaga keselamatan harta, Islam juga menuntut manusia agar menjaga kualitas harta atau kehalalan dari harta itu sendiri.

Karena, bila seseorang mengkonsumsi barang yang tidak jelas atau haram, maka hal tersebut dapat mengganggu kesucian diri dan akhlaknya. Orang yang sering mengkonsumsi barang haram, hatinya akan menjadi keras dan benci kepada ajaran agama, berbeda dengan orang yang selalu berusaha untuk mendapatkan harta halal, hatinya akan menjadi tentram, dan apa yang dinafkahi bagi keluarganya merupakan barang yang diridhai oleh Allah SWT.

Kelima unsur pokok dari maqashid syariah merupakan bagian dari kebutuhan dharuriyat, karena semuanya harus dipenuhi secara sempurna. Kalau salah satu saja tidak terpenuhi, maka dapat dikatakan sama dengan gagal dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, mudah-mudahan setiap apa yang kita lakukan dapat kita sesuaikan dengan maqashid syariah, demi mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kebutuhan Dharuriyat dalam Perspektif Maqashid Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel