Perusahaan (Emiten) yang Sesuai dengan Prinsip Syariah

Ada berbagai perusahaan yang beroperasional di Indonesia saat ini, namun hal yang perlu kita tahu bahwa dari setiap perusahaan tersebut memiliki pedoman operasional yang berbeda-beda, ada yang berpedoman pada prinsip Syariah dan ada juga yang berpedoman pada teori ekonomi konvensional. Atas dasar inilah, terbentuknya pemisahan antara perusahaan yang sesuai dengan prinsip Syariah dan perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip Syariah.

Perusahaan (Emiten) yang Sesuai dengan Prinsip Syariah

Sebuah perusahaan baru dapat dikatakan sesuai dengan prinsip Syariah apabila telah memenuhi beberapa ketentuan. Ketentuan-ketentuan yang dimaksud antara lain:

1. Produk dan Jasa yang Ditawarkan Halal


Perusahaan harus berusaha untuk menawarkan produk dan jasa yang halal saja, sedangkan untuk produk dan jasa yang dilarang atau haram tidak dibenarkan. Produk dan jasa yang halal tentunya memberikan berbagai macam manfaat bagi penggunanya, berbeda dengan produk dan jasa yang haram, yang selalu membawa kegelisahan dan kemudaratan bagi orang yang menggunakannya. Produk dan jasa yang dilarang yaitu segala jenis produk dan jasa yang berhubungan dengan kegiatan perjudian, narkoba, hiburan, dan berbagai kegiatan yang berbau maksiat lainnya.

Perusahaan yang sudah terlanjur beroperasi dalam bidang-bidang yang diharamkan, juga diberikan kesempatan untuk merubah dirinya menjadi lebih sesuai dengan prinsip Syariah, yaitu dengan cara meninggalkan berbagai aktivitas operasional terlarang. Dan selanjutnya, tidak mencampurkan antara pendapatan yang telah didapat sebelumnya untuk menjalankan sistem operasional yang sesuai Syariah. Karena, dana yang bersumber dari unsur-unsur yang haram tidak dapat diubah menjadi halal atau sesuai Syariah. Atau dalam kata lain, dana yang haram akan berakibat pada pencapaian keuntungan yang haram pula.

2. Sumber Dana Harus Halal


Untuk menciptakan produk yang halal tentunya harus dimulai dari persiapan dana yang halal juga, karena sebaik apapun manfaat yang dihasilkan oleh produk yang diperdagangkan, tetap tidak dapat dikatakan sesuai Syariah, apabila sumber dana untuk menciptakan produk tersebut haram. Di samping itu, untuk mencegah dana yang berasal dari sumber yang haram di antaranya yaitu dengan menghilangkan sistem maysir, gharar, riba, tadlis, dan berbagai sistem terlarang yang ada dalam prinsip operasionalnya.

Kedua hal pokok di atas dapat memberi peluang yang sangat besar untuk menjadikan sebuah perusahaan sesuai Syariah. Dan hal yang paling penting untuk dihindari yaitu kegiatan mencampur adukkan dana. Maksudnya yaitu, setelah sebuah perusahaan memperoleh modal dan menawarkan produk dan jasa yang halal, maka semua dana yang dimiliki tersebut, termasuk keuntungannya, tidak boleh untuk dicampurkan dengan dana yang bersumber dari unsur-unsur yang diharamkan, karena sesuatu yang haram bila bercampur dengan yang halal, maka akan dimenangkan yang haram.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perusahaan (Emiten) yang Sesuai dengan Prinsip Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel