Teori Sistem Ekonomi Islam dalam Nilai Tukar Uang

Ekonomi Islam bukanlah suatu teori baru, melainkan sudah ada sejak dulu. Di samping itu, ekonomi Islam juga menerima nilai-nilai positif yang terkandung dalam ekonomi Konvensional. Kehadiran konsep Ekonomi Islam dapat memberi warna baru dalam sistem perdagangan global, serta memberantas kemungkaran yang terjadi dalam aktivitas perekonomian. Dalam ekonomi Islam tidak dipermasalahkan mengenai jumlah harta, karena yang menjadi fokus utamanya yaitu seberapa besar harta yang dimiliki seseorang tersebut dapat memberikan manfaat baginya. Percuma banyak harta bila hanya berujung pada perselisihan dan pembunuhan.

Teori Sistem Ekonomi Islam dalam Nilai Tukar Uang

Di samping membahas secara umum mengenai perekonomian, ekonomi Islam juga membahas hal-hal yang lebih spesifik, salah satunya yaitu membahas mengenai nilai tukar. Di mana, nilai tukar memiliki kaitan yang sangat erat dengan kebutuhan manusia. Berikut ini merupakan uraian singkat mengenai teori ekonomi Islam dalam nilai tukar uang:

  1. Dalam hal nilai tukar uang, baik itu dilakukan dalam suatu negara tertentu atau dilakukan antara negara yang satu dengan negara yang lainnya, maka transaksi pertukaran yang dilakukan tersebut haruslah memiliki kedudukan yang jelas, dilakukan secara kontan, atau dalam kata lain bukan suatu bentuk pertukaran yang ditangguhkan, jika dilakukan dalam satu negara maka mengharuskan bahwa jenis uang dan nilai yang ditukarkan tersebut haruslah sama (tidak boleh ada perbedaan sedikitpun). Sedangkan bila dilakukan antara negara yang satu dengan negara yang lain, maka harus sesuai dengan nilai tukar mata uang antarnegara. Hal ini bertujuan agar tidak adanya pihak yang merasa dirugikan.
  2. Uang tidak boleh dianggap sebagai komoditas (barang), sehingga uang tersebut tidak boleh digandakan atau digunakannya untuk tujuan spekulasi, dengan demikian transaksi yang tidak sehat yang sering terjadi dalam transaksi antarmata uang dapat dikurangi.
  3. Transaksi pertukaran mata uang haruslah tidak menimbulkan riba, salah satu caranya yaitu dengan mengikuti poin pertama, di mana tidak boleh adanya perbedaan jumlah dan nilai yang ditukarkan dan dilakukannya pun tidak boleh secara kredit (harus kontan).
Transaksi pertukaran uang yang sehat akan membantu kelancaran aktivitas perekonomian, baik itu dilakukan secara perorangan, organisasi, atau negara. Di samping itu, juga dapat mencegah terjadinya konflik antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi pertukaran mata uang. Sehingga tujuan dari aktivitas yang dilakukan tersebut dapat terpenuhi secara sempurna.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel