Dasar Pemikiran Pelarangan Bunga (Interest)

Representasi dalam Al-Qur'an tentang praktik bunga sebagai tindakan "perang dengan Allah dan Rasul-Nya" memberikan wawasan tentang filosofi di balik pelarangan bunga dalam Islam. Ini adalah petunjuk yang jelas bahwa lembaga bunga adalah sesuatu yang bertentangan dengan skema hal-hal yang diperjuangkan oleh Islam.

Dasar Pemikiran Pelarangan Bunga (Interest)

Bahwa kata "Allah telah merusak atau melarang pengambilan riba dan memuliakan pemberian sedekah (Al-Baqarah ayat 276)", yang mana menunjukkan fakta bahwa setiap praktik bunga militan bertentangan dengan tujuan masyarakat Islam, sementara sedekah mempromosikan tujuan-tujuan ini.

Hal yang paling penting dari alasan pelarangan bunga di negara-negara Muslim dapat dicantumkan sebagai berikut:

  1. Transaksi berdasarkan bunga melanggar aspek ekuitas organisasi ekonomi. Peminjam berkewajiban untuk membayar tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya atas jumlah yanng dipinjam meskipun ia mungkin telah mengalami kerugian. Menekan pembayaran tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya terlepas dari keadaan ekonomi peminjam uang bertentangan dengan norma keadilan Islam.
  2. Sistem berbasis bunga tidak mendorong inovasi, terutama pada bagian dari perusahaan yang berskala kecil. Berbeda halnya dengan perusahaan industri besar dan pemilik lahan besar dapat melakukan percobaan dengan teknik produksi baru karena mereka memiliki cadangan sendiri untuk mundur jika adopsi praktik baru tidak menghasilkan dividen yang baik. Perusahaan skala kecil ragu untuk menggunakan metode produksi baru dengan bantuan uang yang dipinjam dari bank karena kewajiban bank untuk jumlah pokok dan bunganya harus dipenuhi, terlepas dari apa hasilnya dan fakta bahwa perusahaan skala kecil biasanya memiliki sedikit cadangan mereka sendiri.
  3. Dalam sistem berbasis bunga, bank hanya tertarik untuk memulihkan modal mereka bersama dengan bunga. Ketertarikan mereka pada usaha yang mereka biayai terbatas hanya untuk memuaskan diri mereka sendiri tentang kelayakan dan keuntungan usaha tersebut dari sudut pandang keamanan modal mereka dan kemampuan usaha untuk menghasilkan arus kas yang dapat memenuhi kewajiban bunga. Karena pengembalian yang didapat bank atas jumlah modal yang dipinjamkan oleh mereka adalah tetap dan tidak terkait dengan keuntungan sebenarnya dari usaha yang bersangkutan, dan juga tidak adanya insentif bagi bank untuk memprioritaskan usaha dengan potensi keuntungan tertinggi.
  4. Sistem berbasis bunga mengurangi aktivitas investasi karena menambah biaya investasi. Bila suku bunga dinaikkan untuk memenuhi permintaan moneter dalam situasi di mana defisit fiskal yang berlebihan dapat memicu inflasi dan investasi swasta menerima kemunduran yang mengarah ke "stagflasi". Dan hal ini tentunya telah menjadi pengalaman sejumlah negara maju dalam beberapa tahun terakhir.
  5. Sistem berbasis bunga lebih mengutamakan keamanan daripada berorientasi/berfokus kepada pertumbuhan nyata. Dikarenakan komitmen untuk membayar tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya kepada bank-bank, para deposan, dalam operasional peminjaman yang mereka jalankan, yang sebagian besarnya khawatir terhadap pengembalian yang aman dari pinjaman pokok bersama dengan bunga yang telah ditentukan. Sehingga, menjadikan mereka untuk membatasi pinjaman pada rumah-rumah bisnis besar yang sudah mapan atau pihak-pihak yang berada dalam posisi untuk menjamin keamanan yang mencukupi. Apabila mereka mendapati bahwa jalan pemberian pinjaman semacam itu tidak cukup untuk menyerap semua sumber daya yang dapat diinvestasikan, mereka lebih memilih untuk berinvestasi dalam sekuritas pemerintah dengan pengembalian yang sudah terjamin. Sehingga, orientasi keamanan yang berlebihan ini bertindak sebagai penghalang besar bagi pertumbuhan karena tidak memungkinkan kelancaran aliran sumber daya bank ke sejumlah besar pengusaha potensial yang dapat menambah produk nasional bruto melalui upaya produktif mereka, namun tidak memiliki keamanan yang memadai untuk menjaminkan kepada bank dalam hal memenuhi kriteria kelayakan kredit mereka.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dasar Pemikiran Pelarangan Bunga (Interest)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel