Persyaratan Utama Syariah terkait dengan Kegiatan Komersial

Seperti yang telah kita lihat, perbedaan yang paling mencolok antara kegiatan komersial Islam dan kegiatan bisnis konvensional adalah bahwa Islam secara tegas melarang memberi atau menerima bunga, yang menurut pandangan Al-Qur'an sama dengan riba.

Persyaratan Utama Syariah terkait dengan Kegiatan Komersial

Larangan bunga dalam Islam harus dilihat dalam konteks karakteristik dasar sistem ekonomi Islam:
  1. Semua orang harus memiliki setidaknya sumber daya ekonomi minimum yang diperlukan untuk subsistensi.
  2. Konsentrasi kekayaan yang tidak semestinya dalam beberapa tangan harus dicegah.
  3. Penimbunan harus dicegah dan penggunaan kekayaan untuk tujuan produktif harus didorong.
  4. Sistem ekonomi harus berfungsi sehingga tidak ada ruang bagi pemalas; hadiah harus diperoleh semata-mata sebagai hasil dari pengeluaran usaha, kecuali dalam kasus yang secara alami cacat dan pengangguran tanpa disadari.
Terlepas dari larangan menerima dan memberi bunga, ada dua kegiatan lain yang dilarang oleh hukum Syariah yang memiliki dampak signifikan pada keuangan Islam.

Mereka adalah larangan perjudian (maysir) dan larangan ketidakpastian atau pengambilan risiko (gharar).

Larangan maysir sering digunakan sebagai dasar kritik terhadap praktik keuangan konvensional seperti short selling, spekulasi, dan derivatif.

Larangan yang jelas secara umum tentang peningkatan dan risiko, jika ditafsirkan dalam arti seluas mungkin, berjalan bertentangan dengan inti dari konsep keuntungan komersial, tetapi di sini legitimasi keuntungan melalui perdagangan - masalah jengkel di persimpangan etika, ekonomi dan kontrak hukum - diselesaikan dengan cara yang sangat liberal.

Sebagai contoh, pengambilan risiko, meskipun biasanya dilarang oleh hukum Syariah, ketika terkait dengan perusahaan komersial dapat menjadi kegiatan ekonomi yang produktif secara sosial dan karenanya berhak atas hadiah.

Kedua, dan poin terkait, penciptaan pinjaman yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan ekonomi yang produktif secara sosial menerima dukungan serupa.

Ketiga, risiko finansial dapat diterima jika risiko itu semata-mata terletak pada pemberi pinjaman dan bukan pada manajer dan agen.

Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa Islam menawarkan perspektif etika bisnis yang unik dan ideal. Ini menganggap kegiatan komersial sebagai bagian dari kehidupan keagamaan seseorang, asalkan mereka dilakukan sesuai dengan perintah Allah, dan kode etik moral yang ditentukan oleh Islam.

Dalam konteks ini, prinsip-prinsip dasar Islam seperti kejujuran, kepercayaan, ketulusan, persaudaraan, sains dan pengetahuan, dan keadilan, memberikan latar belakang moral dan etika dalam cara bisnis harus dilakukan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Persyaratan Utama Syariah terkait dengan Kegiatan Komersial"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel