Tantangan untuk Industri Takaful

Meskipun pertumbuhan dalam industri takaful telah kuat di negara-negara tertentu dan prospek untuk lebih luas, pertumbuhan yang lebih berkelanjutan adalah positif, industri takaful masih menghadapi sejumlah tantangan.

Tantangan untuk Industri Takaful

Pertama, karena takaful adalah industri yang cukup muda, kebijakan tata kelola perusahaan untuk operator takaful masih berkembang.

Badan pengawas harus turun tangan untuk menerapkan kebijakan dan standar yang sesuai untuk memastikan kepatuhan Syariah dan untuk menghindari konflik antara operator, pemegang saham, dan pemegang polis.

Kedua, sejumlah besar lembaga-lembaga pemeringkat kredit yang terkenal dan mapan perlu menilai perusahaan takaful sehubungan dengan kepatuhan Syariah mereka, kekuatan finansial, dan solvabilitas untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap mereka.

Saat ini, hanya Islamic International Rating Agency dan Moody yang menawarkan peringkat tersebut.

Ketiga, konsumen membutuhkan lebih banyak informasi tentang manfaat dan mekanisme takaful.

Tiga model bisnis takaful - mudharabah, wakalah, dan wakalah dengan wakaf - menciptakan kebingungan di antara konsumen dan keraguan tentang kepatuhan Syariah.

Keempat, dibutuhkan lebih banyak produk takaful yang kompetitif dengan produk asuransi konvensional, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelanggan komersial.

Diperlukan lebih banyak investasi dalam teknologi dan metode yang hemat biaya untuk memanfaatkan saluran distribusi baru, seperti internet dan bancatakaful, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kelima, kekurangan staf takaful terampil.

Keenam, langkah ini lambat dalam menyelesaikan kombinasi masalah teknis, hukum, pajak, Syariah, dan akuntansi di negara-negara Muslim tertentu, seperti Indonesia, yang telah menghambat masuknya pemain takaful internasional ke pasar yang berpotensi kuat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel