Transaksi Komersial Islam vs Non-Islam

Mungkin perbedaan tunggal yang paling penting antara perdagangan Islam dan transaksi komersial konvensional adalah larangan Islam untuk membayar atau menerima bunga (riba).

Transaksi Komersial Islam vs Non-Islam

Tetapi ada juga divergensi penting lainnya, yang juga perlu diperhitungkan. Salah satunya adalah anggapan bahwa properti adalah ciptaan Tuhan dan dianugrahkan Tuhan.

Jelaslah, konstruksi properti di sini berbeda secara radikal dari konsepsi umum modern tentang properti sebagai nilai sekuler, untuk menjelaskan kembali sebagaimana diperlukan untuk utilitas lebih lanjut, atau sebagai agregat dari properti apa pun yang diklaim oleh sistem hukum untuk dihormati.

Sebaliknya, dalam hukum Islam, properti tidak dapat direduksi, sakral, atau pun praktis transenden. Kebolehan dalam hal perolehan dan penggunaannya didasarkan pada sumber-sumber teratas yaitu Al-Qur'an dan Sunnah, yang sumbernya terletak di atas alasan, dan merupakan masalah yang sangat diperhatikan oleh Allah.

Pada akhirnya, tujuan sistem ekonomi Islam adalah untuk memungkinkan orang mencari nafkah dengan cara yang adil dan menguntungkan, tanpa adanya kegiatan mengeksploitasi orang lain, dengan demikian maka seluruh masyarakat dapat memperoleh/merasakan manfaat.

Dalam hal terakhir ini, Islam menekankan kesejahteraan masyarakat atas hak-hak individu. Ini sejalan dengan pemikiran Barat baru-baru ini yang mengkritik pendekatan pasar terbuka terhadap manajemen ekonomi karena mereka menekankan pertumbuhan ekonomi dengan cara apa pun tanpa memperhatikan kualitas hidup dan kesenjangan yang melebar antara kaya dan miskin dalam masyarakat.

Jelaslah, ajaran agama Islam secara fundamental menentang doktrin kapitalisme yang tidak terkendali, yang dipandang oleh negara-negara Islam sebagai ancaman bagi masyarakat dengan merusak nilai-nilai syariah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Transaksi Komersial Islam vs Non-Islam"

  1. kalo orang islam pake bank konvensional haram gak sih??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pakenya cuma sekedar untuk kirim uang (tidak timbul bunga) tidak masalah, tapi kalau pakenya untuk mendapatkan bagian pendapatan dari bunga dilarang, karena dalam Islam bunga itu disamakan dengan riba.

      Aturan riba yaitu tetap haram walaupun jumlahnya hanya sedikit.

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel