Penjadwalan Ulang Pembayaran dalam Murabahah

Jika pembeli/klien dalam pembiayaan murabahah tidak dapat membayar sesuai dengan tanggal yang disepakati dalam perjanjian murabahah, ia kadang-kadang meminta penjual/bank untuk menjadwal ulang angsuran.

Penjadwalan Ulang Pembayaran dalam Murabahah

Di bank konvensional, pinjaman biasanya dijadwal ulang berdasarkan bunga tambahan.

Ini tidak mungkin dilakukan dalam pembayaran murabahah.

Jika angsuran dijadwal ulang, tidak ada jumlah tambahan yang dapat dibebankan untuk penjadwalan ulang.

Jumlah harga murabahah akan tetap sama dalam mata uang yang sama.

Beberapa bank syariah mengusulkan untuk menjadwal ulang harga murabahah dalam mata uang kuat (hard currency) yang berbeda dari yang di mana penjualan asli terjadi.

Ini disusulkan untuk mengkompensasi bank melalui apresiasi nilai mata uang kuat.

Karena manfaat ini diusulkan diambil dari penjadwalan ulang, itu tidak diizinkan.

Penjadwalan ulang harus selalau berdasarkan jumlah yang sama dalam mata uang yang sama.

Namun, pada saat pembayaran, pembeli dapat membayar dengan persetujuan penjual, dalam mata uang yang berbeda berdasarkan nilai tukar pada hari itu (yaitu hari pembayaran) dan bukan pada saat pertama kali transaksi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel