Perbankan Syariah: Pendekatan Pemasaran Strategis

Perbankan Syariah Pendekatan Pemasaran Strategis

Selain menggunakan alat pemasaran reguler yang digunakan oleh bank konvensional, bank syariah juga telah mengembangkan strategi pemasaran mereka sendiri untuk menarik pelanggan target mereka.

Beberapa strategi pemasaran yang dimaksud:

Fokus pada Orang Percaya


Ceruk utama untuk bank-bank Islam adalah target penganut agama Islam.

Mereka menarik bagi konsumen Muslim kebutuhan modal dasar.

Bank syariah telah mampu memperkenalkan berbagai produk keuangan yang sesuai dengan syariah, sementara pada saat yang sama menawarkan alternatif untuk pinjaman berbasis bunga konvensional.

Pengawasan Syariah


Dewan Pengawas Syariah (DPS) memandu kepatuhan syariah atas nama klien.

DPS terdiri dari para sarjana hukum Islam terkemuka yang memikul tanggung jawab untuk mengaudit kepatuhan syariah sebuah bank, termasuk strategi pemasarannya, dengan demikian berfungsi sebagai penasihat pelanggan yang mewakili kepentingan keagamaan para investor (DeLorenzo, 2000).

Atribut Khusus Bank Islam


Hegazy (1995) meneliti kriteria pemilihan bank untuk bank syariah dan konvensional, dan menyimpulkan bahwa atribut pemilihan untuk bank syariah berbeda dari bank konvensional.

Misalnya, faktor terpenting yang digunakan oleh konsumen Muslim yang mencari produk keuangan Islam adalah saran dan rekomendasi yang dibuat oleh kerabat dan teman.

Kenyamanan lokasi, keramahan personel, dan visi bank untuk melayani komunitas Islam terlepas dari keuntungan yang diharapkan juga ditemukan memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan klien individu dan bisnis.

Mengidentifikasi fitur-fitur tersebut memungkinkan bank dan lembaga keuangan Islam untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk memastikan tingkat kepuasan dan retensi pelanggan yang tinggi dengan berupaya mengembangkan strategi pemasaran yang tepat (Metawa dan Almossawi, 1998).

Bersaing dengan Bank Konvensional


Pemasaran produk keuangan syariah dihadapkan dengan berbagai jenis tekanan kompetitif dari bank konvensional.

Dalam lingkungan ini, bank syariah harus merumuskan dan menerapkan strategi pemasaran yang sukses di mana unsur utama adalah pemahaman yang jelas tentang perilaku, sikap, dan persepsi klien mereka.

Ini dicapai dengan mengidentifikasi profil perilaku yang mencakup kebiasaan perbankan, kriteria seleksi yang digunakan oleh pasar sasaran, tingkat toleransi risiko, kesadaran, preferensi, dan pola penggunaan berbagai produk bank syariah (Metawa dan Almossawi, 1998).

Juga bank syariah menawarkan banyak layanan perbankan konvensional seperti mesin ATM dan kartu kredit kepada klien mereka dengan harga yang kompetitif.

Menyampaikan Kepercayaan dan Kesalehan


Di antara atraksi yang lebih penting yang ingin digambarkan oleh bank-bank Islam adalah ciri-ciri khas kepercayaan dan kesalehan.

Sebagai lembaga berbasis Islam, bank menumbuhkan citra yang taat pada Tuhan, dapat dipercaya, dan saleh, yang diakui dan dihargai oleh konsumen religius, menawarkan rasa jaminan bahwa investasi mereka sah (halal).

Menyampaikan Kredibilitas dan Pengalaman


Seperti bank konvensional, bank syariah bertujuan untuk meyakinkan pelanggan tentang pengalaman investasi mereka.

Pelanggan yang tidak berpengalaman, yang mencari cara untuk menginvestasikan tabungannya, sangat menghargai bukti kredibilitas dan kinerja investasi masa lalu.

Dengan cara ini, tugas investasi yang mungkin menakutkan menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Melengkapi Bank Biasa


Strategi pemasaran bank syariah dapat melengkapi strategi bank konvensional.

Layanan yang tidak ditawarkan oleh bank syariah dapat diperoleh dari bank konvensional biasa sambil mempertahankan rasa kedamaian dan kepercayaan agama dengan melanjutkan hubungan dengan bank syariah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perbankan Syariah: Pendekatan Pemasaran Strategis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel