Pokok Bahasan Murabahah

Semua komoditas yang mungkin menjadi subjek penjualan dengan laba dapat menjadi subjek murabahah, karena merupakan jenis penjualan tertentu.

Pokok Bahasan Murabahah

Oleh karena itu, saham perusahaan yang sah dapat dijual atau dibeli berdasarkan murabahah, karena sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, saham perusahaan mewakili kepemilikan proporsional pemilik dalam aset perusahaan.

Jika aset perusahaan dapat dijual dengan laba, sahamnya juga dapat dijual dengan cara murabahah.

Tetapi tak perlu dikatakan bahwa transaksi harus memenuhi semua kondisi dasar.

Oleh karena itu, penjual harus terlebih dahulu memperoleh kepemilikan saham dengan semua hak dan kewajiban mereka, kemudian menjualnya kepada kliennya.

Pengaturan pembelian kembali atau penjualan saham tanpa mengambil kepemilikan mereka tidak diperbolehkan sama sekali.

Sebaliknya, murabahah tidak dapat dilakukan pada hal-hal yang tidak dapat dijadikan subjek penjualan.

Misalnya murabahah tidak dimungkinkan dalam pertukaran mata uang, karena itu harus spontan atau, jika ditangguhkan, pada kurs pasar yang berlaku pada tanggal transaksi.

Demikian pula, surat berharga yang mewakili piutang oleh pemegang tidak dapat dijual atau dibeli kecuali pada nilai nominal, dan karenanya murabahah tidak dapat dilakukan sehubungan dengan surat-surat tersebut.

Demikian pula, kertas apa pun yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima sejumlah uang tertentu dari penerbit tidak dapat dinegosiasikan.

Satu-satunya cara penjualannya adalah dengan mentransfer nilai nominalnya.

Oleh karena itu, mereka tidak dapat dijual secara murabahah.

0 Response to "Pokok Bahasan Murabahah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel