Modal Sosial dari Perspektif Islam

Modal Sosial dari Perspektif Islam

Modal sosial bukan semata-mata istilah agama.

Namun, studi modal sosial dari perspektif Islam sangat penting karena tiga alasan.

Pertama, modal sosial memiliki komponen di dalamnya yang secara universal berakar pada nilai-nilai Islam.

Islam memberi penekanan kuat pada keluarga dan solidaritas sosial, persaudaraan umat manusia, toleransi, kerja sama, serta kepercayaan.

Al-Qur'an menentukan unsur-unsur modal sosial dan menetapkan aturan yang memastikan kekuatan dan kontinuitasnya.

Kedua, itu juga tepat karena modal sosial belum banyak dilihat dari perspektif agama yang membuatnya relevan di sini.

Ketiga, sementara peradaban Muslim pernah berkembang, sebagian besar negara Muslim saat ini ditandai dengan modal sosial yang rendah dan keterbelakangan.

Konsepsi masyarakat dan ekonomi yang ideal dari perspektif Islam dapat diturunkan dari aksioma tawhid, yang merupakan keesaan dan kesatuan Sang Pencipta, yang tercermin dalam aksioma kesatuan manusia.

Kesatuan manusia, tercermin melalui komunitas ideal atau ummah, diberikan kepentingan sentral dalam Al-Qur'an.

Kelahiran konsep ini dimulai ketika komunitas Islam pertama didirikan di Madinah dan menjadi semakin terkonsolidasi di Arab (Mirakhor, 1987).

Agar masyarakat dan ekonomi yang ideal ada secara berkelanjutan, kondisi yang diperlukan (kepatuhan peraturan atau iman) dan memadai (selalu sadar akan keberadaan Pencipta atau takwa) harus ada (Mirakhor, 2009).

Manusia, sebagai agen Pencipta di bumi, melakukan tanggung jawab mereka untuk memenuhi Kepercayaan Ilahi.

Kepercayaan dari perspektif Islam memiliki elemen tambahan kepatuhan dan kesadaran bahwa kepercayaan membawa serta tanggung jawab dan akuntabilitas.

Kepercayaan dan menjaga iman dengan kontrak dan janji adalah wajib dan tidak dapat diganggu gugat, kecuali dalam kasus justifikasi yang diijinkan secara eksplisit (Askari, 2012).

Terlepas dari kepercayaan sebagai salah satu pilar struktur kelembagaan pasar, empat pilar lainnya dapat didukung oleh modal sosial.

Keempat pilar tersebut adalah: (i) hak milik; (ii) arus informasi yang bebas; (iii) kontrak; dan (iv) hak untuk tidak dirugikan oleh orang lain, dan kewajiban untuk tidak melukai siapa pun oleh aktivitas seseorang (Mirakhor, 2009).

Hak kepemilikan dan hak untuk tidak dirugikan dapat dikaitkan dengan norma sosial dan struktur sosial yang positif.

Norma positif timbal balik tertanam dalam masyarakat, kepatuhan terhadap aturan yang ditentukan oleh Pencipta, budaya, dan resolusi konflik sosial memperkuat kedua pilar struktur kelembagaan pasar ini.

Lebih jauh, memiliki jejaring sosial yang kohesif dan kuat juga dapat membantu dalam berbagi informasi yang cukup untuk kegiatan pasar, sehingga mendorong arus informasi yang bebas.

Pada dasarnya, modal sosial dapat memainkan peran yang memperkuat pilar-pilar ini dari struktur kelembagaan pasar untuk mengurangi ketidakpastian dan biaya transaksi serta untuk memfasilitasi kerjasama dan tindakan kolektif (Mirakhor, 2009).

Modal sosial Islam dapat meningkatkan peluang untuk interaksi inovatif di antara berbagai agen di berbagai sektor ekonomi, sehingga mempromosikan etika Islam di tingkat yang lebih luas (Farooqi, 2006).

Proposisi Farooqi berwawasan luas mengingat penekanannya bahwa jejaring yang luas dapat membantu membangun hubungan yang memotivasi orang untuk mematuhi konvensi dan norma Islam yang mengatur proses pembangunan.

Lebih jauh, modal sosial semacam ini dapat secara kolektif dimiliki oleh masyarakat dan lembaga keuangan Islam berdasarkan prinsip persaudaraan Islam, tanpa hak kepemilikan eksklusif untuk individu.

Dalam analisis keseluruhan, kemajuan material yang didukung oleh peningkatan moral, keadilan, dan harmoni sosial adalah penting untuk menghasilkan modal sosial dan etika yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan (Chapra, 2008).

Hanya ketika kerangka kerja institusional seperti itu ada, ekonomi dan masyarakat dapat diperkuat.

2 Responses to "Modal Sosial dari Perspektif Islam"

  1. Saya sih setuju setuju saja deh dengan artikel diatas, mudah - mudahan artikelnya bermanfaat dan berguna buat kita semua yah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, mudah-mudahan bermanfaat ya, amin ya Allah

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel