Perbankan Syariah sebagai Pendekatan Alternatif

Perbankan Syariah sebagai Pendekatan Alternatif

Orang mungkin bertanya-tanya apakah perbankan dan keuangan Islam merupakan pendekatan alternatif untuk perbankan konvensional atau mungkin generasi perbankan yang paling modern.

Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, kita harus mengamati bahwa bisnis perbankan tidak lebih dari sarana yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlaku.

Kebutuhan itu harus selalu mengatur cara, bukan menjadi subjeknya.

Fungsi paling penting dari perbankan modern adalah seni memobilisasi dana untuk investasi.

Perbankan syariah adalah sistem yang memobilisasi tabungan berdasarkan pembagian laba/rugi yang dianggap lebih adil dan lebih kondusif untuk investasi dan pengembangan, meskipun bagi umat Islam masalah iman.

Tes akhir dari alternatif semacam itu adalah apakah itu berhasil atau tidak.

Dapat dikatakan dengan aman bahwa ide perbankan syariah telah berhasil.

Ini telah berkembang pada tingkat tahunan lebih dari 11 persen selama tiga dekade terakhir.

Oleh karena itu, tidak mengherankan untuk menemukan beberapa lembaga perbankan internasional yang mendirikan unit, jendela, cabang, atau bank Islam syariah mereka sendiri untuk melayani pelanggan mereka dengan lebih baik dan menangkap peluang.

Perbankan Islam sebagian telah dipraktikkan oleh beberapa bank raksasa internasional dan lembaga keuangan di Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat (Archer dan Karim, 2002; Siddiqi, 2000; Iqbal, dkk., 1998).

Para ekonom berpendapat bahwa semakin luas kebebasan memilih, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan sosial.

Pilihan yang lebih luas menyiratkan rasa hormat yang lebih besar terhadap hak asasi manusia.

Ketika konsep alternatif seperti perbankan Islam diperkenalkan, pilihan baru terbuka untuk pasar, dengan manfaat ekonomi dan sosial yang jelas.

Memperkenalkan perbankan Islam sebagai pilihan baru juga memiliki manfaat lebih lanjut terkait dengan keuntungan yang diberikan kepada banyak pengguna dana.

Produsen komoditas dan jasa tentu akan menghargai peluang yang sama untuk memperoleh modal berdasarkan pada kemampuan bisnis mereka dan bukan pada kelayakan kredit pribadi mereka sendiri.

Pengusaha yang lebih suka wiraswasta membutuhkan cara untuk memperoleh pendanaan selain dengan meminjam.

Perbankan Islami memberi para perintis itu kesempatan seperti itu berdasarkan pembagian laba/rugi.

Secara umum, perbankan/keuangan Islam lebih menekankan pada manfaat bisnis yang akan dibiayai daripada pada kekayaan pengguna dana.

Akibatnya, di bawah alternatif perbankan baru ini, distribusi kredit yang lebih baik dapat dicapai.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perbankan Syariah sebagai Pendekatan Alternatif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel