Bai' Al-Istijrar (Kontrak Pasokan)

Istijrar bukan mode khusus; ini lebih merupakan pengaturan penjualan/pembelian berulang dari penjualan normal di mana penjual setuju untuk menjual berbagai jumlah/unit komoditas dari waktu ke waktu.

Bai' Al-Istijrar (Kontrak Pasokan)

Penjual juga dapat mengirimkan komoditas yang telah disepakati satu kali dalam sejumlah pengiriman dan harga dapat ditentukan sebelumnya, dengan setiap pengiriman atau setelah pengiriman semua barang.

Syarat dan ketentuan penjualan berulang dapat berupa penjualan tunai atau kredit normal.

Suatu perjanjian dapat terjadi antara pembeli dan pemasok, di mana pemasok setuju untuk memasok produk tertentu secara berkelanjutan, misalnya bulanan, dengan harga yang disepakati dan berdasarkan mode pembayaran yang disepakati.

Ini adalah modus operandi dimana perjanjian induk ditandatangani untuk pembiayaan secara berkelanjutan dalam mode normal yang sesuai.

Karena ini adalah bisnis sehari-hari yang normal, para cendikiawan Syariah memberikan relaksasi pada masalah penetapan harga dan pembayaran harga jika pengaturannya tidak melibatkan Gharar.

Jenis pengaturan semacam itu terjadi antara pedagang grosir dan pengecer.

Biasanya, penjual meneruskan pengiriman barang tertentu dengan harga yang diketahui oleh pembeli dan pembeli melakukan pembayaran secara bulanan atau seperti yang disepakati di antara mereka.

Pemasok roti dapat terus memasok roti ke pengecer selama sebulan dan dapat melakukan pembayaran satu kali setelah sebulan.

Namun, jika ada kontrak formal atau informal terjadi berdasarkan mode spesifik apa pun, seperti Murabahah atau Salam, kondisi dan hal-hal mendasar Syariah harus dipenuhi.

Dalam kasus Murabahah, misalnya, tawaran dan penerimaan terpisah akan diperlukan untuk setiap pengiriman, berdasarkan permintaan klien.
Faisal
Faisal Hina bak donya hareuta teuh tan. Hina bak Tuhan ileume hana.

Post a Comment for "Bai' Al-Istijrar (Kontrak Pasokan)"