Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kontrak Komutatif dan Nonkomutatif

Sehubungan dengan pertimbangan atas counter value dalam pertukaran, kontrak ada dua jenis.

Yang pertama adalah Uqood-e-Mu'awadha, atau kontrak kompensasi/komutatif, sebagai akibatnya satu pihak dapat memperoleh remunerasi atau kompensasi - seperti kontrak jual, beli, sewa, dan Wakalah.

Kontrak Komutatif dan Nonkomutatif

Jenis lainnya adalah kontrak Uqood Ghair Mu'awadha atau kontrak non-komersial, di mana orang tidak bisa mendapatkan pengembalian atau kompensasi - seperti kontrak pinjaman (Qard), hadiah (Tabarru/Hibah), jaminan (Kafalah) dan penugasan utang (Hawalah).

Segala pertimbangan dalam kontrak pinjaman, penjaminan, terhadap penjaminan per se dan penugasan hutang akan ilegal.

Uqood-e-Mu'awadha (Kontrak Komutatif)


Di antara kontrak komutatif (penjualan, sewa, dan manufaktur), kontrak penjualan dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai berikut:

Klasifikasi berdasarkan objek:
  • Bai' Muqayadhah (penjualan barter).
  • Bai' al-Hal (pertukaran barang secara simultan untuk uang, penjualan langsung).
  • Bai' al-Sarf (pertukaran uang atau unit moneter).
  • Bai' Salam (penjualan dengan pembayaran langsung dan pengiriman yang ditangguhkan).
  • Bai' Mu'ajjal (penjualan pembayaran yang ditangguhkan, umumnya dikenal sebagai penjualan kredit).
  • Bai' Mutlaq (penjualan barang normal untuk uang, juga disebut penjualan absolut).
Klasifikasi menurut harga:
  • Bai' Tawliyah (dijual kembali dengan harga biaya).
  • Bai' Murabahah (dijual kembali dengan harga biaya plus laba - menawar margin keuntungan).
  • Bai' Wadiah (dijual kembali dengan kerugian).
  • Bai' Musawamah (penjualan tanpa referensi ke harga biaya semula - tawar menawar harga).
Ijarah atau kontrak persewaan dibagi menjadi:
  • Ijarat al-Ashkhas (layanan render).
  • Ijarat al-Ashya (memberikan sesuatu).
Istishna (kontrak manufaktur).

Wakalah dapat berupa kontrak komutatif dan nonkomutatif.

Uqood Ghair Mu'awadha (Tabarru') atau Kontrak Gratuitous


Fitur utama dari kontrak ini adalah sumbangan properti.

Donor mentransfer kepemilikan properti apa pun kepada pihak tanpa pertimbangan.

Kontrak-kontrak berikut termasuk dalam kategori ini:
  • Hibah (hadiah).
  • Wasiyyah (warisan).
  • Wakaf (wakaf).
  • Kafalah (jaminan).
  • 'Ariyah (meminjam barang yang bisa digunakan tanpa biaya).
  • Pinjaman (Qard).
  • Hawalah (penugasan hutang).
Di antara kontrak-kontrak ini, Kafalah, Qard dan Hawalah secara langsung relevan dengan operasi perbankan syariah, tetapi mereka tidak dapat membebankan keuntungan apa pun terhadap kontrak-kontrak ini per se.

Namun, mereka dapat mengenakan biaya untuk layanan lain yang disediakan berdasarkan Wakalah atau Ju'alah.

Misalnya, saat menerbitkan L/C, jaminan, dll., bank dapat membebankan biaya untuk layanan mereka tergantung pada biaya yang dikeluarkan untuk menerbitkan jaminan.

Biaya ini dapat berdasarkan jumlah (possibly slabs) tetapi tidak berbasis waktu.

Status Hukum Kontrak Komutatif dan Nonkomutatif


Kontrak kompensasi/komutatif seperti penjualan, pembelian, sewa, dan perjanjian remuneratif lainnya menjadi batal dengan memasukkan kondisi batal apa pun.

Perjanjian nonkompensasi/sukarela tidak menjadi batal karena kondisi batal.

Kondisi kosong itu sendiri menjadi tidak efektif.

Misalnya, seseorang memasuki pinjaman berbasis bunga; kondisi membebankan bunga atas pinjaman akan dibatalkan tetapi kontrak pinjaman akan tetap efektif, debitur harus membayar kembali pinjaman/utang saat jatuh tempo.

Demikian pula, Gharar (ketidakpastian) tidak membatalkan kontrak non-compensatory; misalnya, para ahli hukum menunjukkan bahwa sumbangan binatang atau buah-buahan yang tersesat atau tidak dikenal sebelum manfaatnya jelas atau komoditas yang dirampas diizinkan, tetapi penjualan mereka tidak sah.

Post a Comment for "Kontrak Komutatif dan Nonkomutatif"