Masalah dalam Murabahah

Masalah dalam Murabahah

Berikut adalah beberapa masalah dalam pembiayaan Murabahah:

Efek terhadap Murabahah


Pembayaran yang berasal dari penjualan adalah piutang dan untuk ini, klien dapat diminta untuk memberikan jaminan. 

Itu bisa dalam bentuk hipotek atau hipotesa atau semacam gadai atau biaya.

Menjamin Murabahah


Penjual dapat meminta klien untuk memberikan jaminan pihak ketiga. 

Dalam hal terjadi gagal bayar, penjual mungkin meminta bantuan kepada penjamin yang akan bertanggung jawab untuk membayar jumlah yang dijamin kepadanya. 

Ada dua masalah yang berkaitan dengan ini: 
  • Penjamin tidak dapat membebankan biaya dari klien asli. Alasannya adalah bahwa seseorang mengenakan biaya untuk memajukan pinjaman datang di bawah definisi Riba.
  • Namun, penjamin dapat membebankan biaya untuk setiap dokumentasi.

Penalti Default


Masalah lain dengan Murabahah adalah bahwa jika klien default dalam pembayaran harga pada tanggal jatuh tempo, harga tidak dapat diubah atau biaya penalti tidak dapat dibebankan. 

Untuk berurusan dengan klien yang tidak jujur yang gagal dalam pembayaran, mereka harus bertanggung jawab untuk membayar kompensasi kepada Bank Islam atas kerugian yang diderita karena gagal bayar. 

Namun ini harus dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Penggugat dapat diberikan tenggang waktu setidaknya satu bulan.
  • Jika terbukti tanpa keraguan bahwa klien dafaulting tanpa alasan yang sah maka kompensasi dapat dituntut.


Rollover dalam Murabahah


Transaksi Murabahah tidak dapat diperpanjang untuk periode selanjutnya karena kontrak lama berakhir. 

Perlu dipahami bahwa Murabahah bukan pinjaman melainkan penjualan komoditas, yang ditangguhkan ke tanggal tertentu. 

Setelah komoditas ini dijual, kepemilikannya dialihkan dari bank ke klien dan karenanya tidak lagi menjadi milik penjual. 

Sekarang apa yang penjual dapat klaim hanyalah harga yang disepakati dan oleh karena itu tidak ada pertanyaan untuk melakukan penjualan lain pada komoditas yang sama antara pihak-pihak yang sama.

Rabat pada Pembayaran Sebelumnya


Kadang-kadang debitur ingin membayar lebih awal untuk mendapatkan diskon. 

Namun dalam Islam, mayoritas Cendikiawan Muslim termasuk aliran pemikiran utama menganggap ini tidak Islami. 

Namun, jika bank syariah atau lembaga keuangan memberikan seseorang potongan harga sendiri, itu tidak keberatan terutama jika klien membutuhkan.

Perhitungan Biaya dalam Murabahah


Murabahah hanya dapat dilakukan ketika penjual dapat memastikan biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh komoditas yang ingin dijual. 

Jika biaya pastinya tidak dapat dipastikan maka Murabahah tidak dapat dilakukan. 

Dalam hal ini, penjualan akan berlangsung sebagai penjualan Musawamah yaitu tanpa merujuk pada biaya.

Subjek Penjualan


Semua komoditas tidak bisa menjadi subjek dalam Murabahah karena persyaratan tertentu harus dipenuhi. 

Saham perusahaan yang sah dapat dijual atau dibeli dengan dasar Murabahah karena menurut prinsip-prinsip Islam saham tersebut mewakili kepemilikan ke dalam aset perusahaan asalkan semua persyaratan dasar lain dari transaksi terpenuhi. 

Pengaturan pembelian kembali atau penjualan tanpa mengambil kepemilikan mereka tidak diperbolehkan sama sekali. 

Murabahah tidak mungkin pada hal-hal yang tidak bisa menjadi subjek penjualan. 

Misalnya, Murabahah tidak dimungkinkan dalam pertukaran mata uang.

0 Response to "Masalah dalam Murabahah"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel