Aplikasi Mudharabah dalam Perbankan

Aplikasi Mudharabah dalam Perbankan

Akad Mudharabah umumnya diterapkan pada berbagai produk yang berhubungan dengan penghimpunan dana dan juga pembiayaan.

Aplikasi Mudharabah dalam bidang penghimpunan dana meliputi:
  • Tabungan berjangka (tabungan kurban, tabungan haji, dll.).
  • Tabungan biasa.
Dari segi pembiayaan meliputi:
  • Pembiayaan modal kerja.
  • Investasi khusus (Mudharabah Muqayyadah).
Dalam melakukan transaksi berdasarkan akad Mudharabah, para pihak harus siap untuk menanggung risiko, di mana ada beberapa risiko yang sering terjadi:
  • Penyalahgunaan dana (nasabah pengelola menggunakan dana untuk bisnis yang lain, bukan yang sudah disetujui dalam akad).
  • Pihak pengelola dana melakukan kesalahan yang disengaja atau kurang berhati-hati.
  • Pengungkapan jumlah keuntungan yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya oleh pengelola dana.
Akad Mudharabah, bila dilakukan dengan cara yang benar, maka sangat berpotensi untuk memperbaiki tatanan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sistem bagi hasil.

Di samping itu, dana dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, oleh pihak yang memiliki keahlian tertentu.

Muhammad (2005), menyatakan bahwa prinsip yang harus diterapkan oleh bank syariah dalam hal Mudharabah bahwa tingkat bagi hasil untuk nasabah setidaknya sama atau kalau bisa harus lebih besar dari tingkat bunga bank konvensional.

Hal ini juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah nasabah yang bersedia untuk menginvestasikan dananya dalam sistem Mudharabah.

0 Response to "Aplikasi Mudharabah dalam Perbankan"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel