Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

EBA (Efek Beragun Aset) Syariah

EBA (Efek Beragun Aset) Syariah

EBA (Efek Beragun Aset) Syariah yaitu sebuah efek yang dikeluarkan melalui kontrak investasi kolektif EBA Syariah, di mana portofolionya mencakup aset keuangan berbentuk tagihan, yang muncul dari surat berharga komersial, tagihan di kemudian hari, dan jual beli aset fisik atau nyata oleh lembaga keuangan.

Efek itu sendiri bersifat investasi yang dijamin oleh pemerintah, kemudian sarana peningkatan arus kas dan aset keuangan yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah.

Berikut ini merupakan beberapa ketentuan dalam melakukan penawaran umum Efek Beragun Aset Syariah:
  1. Mematuhi ketentuan umum dalam hal pengajuan pernyataan pendaftaran, juga mengikuti peraturan pernyataan pendaftaran penawaran umum EBA, dan ketentuan tentang penawaran umum lainnya.
  2. Memasukkan ketentuan ke dalam KIK-EBA (Kontrak Investasi Kolektif - Efek Beragun Aset) Syariah, dan beberapa informasi tambahan berikut: - Jumlah aset yang digolongkan ke dalam portofolio EBA yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. - Wakil manajer investasi yang bertugas untuk mengelola KIK-EBA Syariah dan penanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan kustodian di Bank Kustodian memahami tentang kegiatan-kegiatan yang dianggap melanggar Syariah di pasar modal. - Label Syariah pada nama Efek Beragun Aset (EBA) yang diterbitkan. - Tata cara penyaringan portofolio dan dana EBA Syariah dari berbagai unsur yang dianggap melanggar atau bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah. - Pengelolaan dana EBA Syariah harus tidak bertentangan dengan aturan Syariah. - Akad dan skema Syariah yang dimanfaatkan dalam penerbitan efek. - Susunan secara ringkas mengenai akad yang dilakukan oleh para pihak. - Rasio bagi hasil dan besarnya biaya (fee). - Rencana jadwal bagi hasil dan pelunasan segala biaya.

Post a Comment for "EBA (Efek Beragun Aset) Syariah"