Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kebutuhan Hajjiyat (Sekunder)

Kebutuhan Hajjiyat (Sekunder)

Kebutuhan Hajjiyat (sekunder) merupakan kebutuhan kedua, setelah kebutuhan Dharuriyat (pokok), yang bertujuan untuk memudahkan atau menghilangkan kesulitan bagi umat manusia.

Contoh, kebutuhan seseorang akan kendaraan pribadi, dan ini sangat pelu dan berguna, karena dapat memperlancar setiap kegiatannya.

Tanpa terpenuhinya kebutuhan Hajjiyat ini, orang masih tetap bisa hidup, karena berbeda dengan kebutuhan Dharuriyat (kebutuhan akan makan dan minum) - tapi kehidupannya terlalu berat.

Islam, sebagai agama yang pengertian akan umatnya, telah menyediakan hukum Rukhshah (keringanan) bagi setiap orang, bila pada kenyataannya menemukan kesulitan dalam rangka menjalankan berbagai perintah Taklif.

Misalnya, seseorang dibolehkan untuk tidak berpuasa bila dia dalam keadaan sakit berat, dengan syarat diganti pada hari lain, ketika dia sudah sembuh.

Begitu juga dalam berwudhu', kalau ternyata seseorang tidak mendapatkan air, maka boleh dengan Tayamum.

Kebolehan untuk meng-qashar shalat, juga masuk dalam kategori memenuhi kebutuhan Hajjiyat ini.

Sementara dalam perdagangan, dibolehkannya untuk menggunakan berbagai macam bentuk akad, seperti akad Salam, Murabahah, Muzara'ah, Mudharabah, dan sebagainya.

Dalam bidang 'Uqubah (sanksi hukum), Islam telah memerintahkan hukuman Diyat (denda) terhadap kegiatan pembunuhan yang tidak disengaja.

Tak hanya itu, juga termasuk ke dalam kategori Hajjiyat adalah menjaga kebebasan individu dan agama, karena kedua kebebasan ini sangat dibutuhkan oleh manusia.

Hajjiyat dalam harta benda, dilarang Ghasab (mengambil hak orang lain secara tidak pantas) dan merampas.

Dan untuk menjaga Hajjiyat yang berkaitan dengan akal (pikiran manusia), Islam mengharamkan Khamar - karena Khamar dapat membuat orang menjadi tidak waras.

Post a Comment for "Kebutuhan Hajjiyat (Sekunder)"