Kedudukan dan Karakteristik DPS (Dewan Pengawas Syariah)

Kedudukan dan Karakteristik DPS (Dewan Pengawas Syariah)

Sebagai lembaga alternatif dari bank konvensional, bank syariah tentunya dilengkapi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

DPS itu sendiri merupakan bagian penting dalam sebuah organisasi yang dijalankan berdasarkan prinsip Syariah.

Yang bertujuan untuk mengawasi sistem operasional bank syariah, dan memastikan kesesuaiannya dengan aturan Islam.

Dalam hal ini, ASIFI (Auditing Standard for Islamic Financial Institution) menetapkan sebuah standar yang dijadikan sebagai pedoman mengenai penunjukan, pengertian, komposisi, dan laporan DPS untuk meyakinkan bahwa transaksi, operasi, dan bisnis lembaga yang bersangkutan patuh akan prinsip Syariah.

Pada umumnya, DPS terdiri dari tiga orang atau lebih, yang memiliki keahlian di bidang hukum Islam dan sistem perbankan, sehingga dapat mengeluarkan fatwa terkait produk-produk bank syariah.

Singkatnya, tugas DPS yaitu mengawasi dan berfatwa, agar bank syariah tetap mengoperasikan berbagai produknya dengan berpedoman pada setiap unsur Syariah, yang melekat pada setiap akad yang digunakannya.

DPS akan selalu ada di setiap bank syariah, dan merupakan unit yang tak dapat dipisahkan meskipun bersifat badan evaluasi.

Karena ini menjadi wujud dari upaya untuk menyatukan aktivitas bisnis dengan konsep agama.

Terlepas dari semua itu, Karim (1999) menyatakan independensi kemungkinan besar tercederai oleh DPS.

Bukan karena apa, tapi pada kenyataannya anggota DPS banyak yang berasal dari karyawan bank dan juga digaji oleh bank terkait, sehingga cara kerjanya pun akan berbeda dari auditor eksternal.

Ini tentunya menuai perdebatan, karena di samping mengeluarkan fatwa, DPS juga diharuskan untuk membuat laporan independensi kepada pemegang saham (shareholder).

0 Response to "Kedudukan dan Karakteristik DPS (Dewan Pengawas Syariah)"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel