Mekanisme Pengawasan Bank Indonesia terhadap Bank Syariah dan Konvensional

Mekanisme Pengawasan Bank Indonesia terhadap Bank Syariah dan Konvensional

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki tiga tugas spesifik, yaitu:
  1. Menetapkan dan menjalankan kebijakan moneter (pengendalian uang).
  2. Mengatur dan memastikan bahwa sistem pembayaran berjalan dengan lancar.
  3. Mengatur dan mengawasi bank.
Dalam upaya mengatur dan mengawasi aktivitas bank, Undang-undang No. 23 Tahun 1999, menyatakan bahwa Bank Indonesia memiliki wewenang untuk membuat peraturan, memberikan dan mencabut izin kelembagaan atau produk tertentu dari bank.

Sementara itu, dalam pasar 29 ayat (1) Undang-undang tentang perbankan, dijelaskan bahwa tugas pembinaan dan pengawasan terhadap bank akan dilakukan oleh Bank Indonesia.

Maksud dari pembinaan di sini yaitu upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menetapkan berbagai peraturan terkait kelembagaan, pengurusan, kepemilikan, kegiatan usaha, pelaporan, dan beberapa aspek lainnya yang dianggap berhubungan dengan operasional bank.

Pasal 25, menjelaskan bahwa Bank Indonesia berhak untuk menetapkan berbagai ketentuan perbankan yang mengandung prinsip kehati-hatian, yang dimaksudkan untuk memberikan rambu-rambu atau aturan main bagi penyelenggara kegiatan usaha perbankan, agar sistem perbankan dapat berada dalam kondisi stabil dan sehat.

Dengan demikian, berbagai peraturan yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia bagi perbankan, harus didampingi dengan penerapan sanksi-sanksi yang adil.

Sehubungan dengan kewenangan dalam pengawasan, maka pemeriksaan terhadap bank yang dilakukan oleh Akuntan Publik, menjadi pemeriksaan setempat sebagai wujud dari pendelegasian wewenang Bank Indonesia, selaku badan pembina dan pengawas bank.

0 Response to "Mekanisme Pengawasan Bank Indonesia terhadap Bank Syariah dan Konvensional"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel