Pelaksanaan Sistem Bagi Hasil Asuransi Syariah

Pelaksanaan Sistem Bagi Hasil Asuransi Syariah

Asuransi Syariah merupakan sebuah lembaga keuangan Syariah non-bank.

Dengan demikian, Asuransi Syariah juga memiliki kesamaan fungsi dengan berbagai lembaga keuangan Syariah non-bank lainnya, yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari aktivitas atau kegiatan investasi dana yang telah dihimpun dari peserta asuransi.

Proses bagi hasil yang akan ditetapkan, disepakati terlebih dahulu dengan pihak peserta, ini tidak lain hanya untuk mencegah terjadinya perselisihan.

Kesepakatan terhadap ketentuan bagi hasil sangat dipengaruhi oleh jenis, produk, dan klasifikasi premi yang dibayar oleh para peserta Asuransi Syariah.

Sementara itu, masa dibolehkannya para peserta untuk membatalkan kontrak yang telah dibuat, dan mengambil uangnya kembali, yaitu sepanjang waktu pertanggungan.

Tak masalah, walaupun para peserta baru membayar angsuran sekali, ia dapat mengundurkan diri dan juga mendapatkan uangnya kembali, setelah pelunasan biaya administrasi dan dana tabarru'.

Atas dasar ini, pihak asuransi dan peserta masing-masing akan memperoleh manfaat atau keuntungan.

Pihak peserta (tertanggung) akan memperoleh manfaat asuransi yang diberikan oleh pihak asuransi (penanggung) dalam menutupi risiko yang menimpanya tanpa ada rasa ragu.

Sedangkan pihak asuransi, dapat memanfaatkan keuntungan yang diperoleh dari investasi dana peserta, untuk menutup biaya operasional perusahaannya.

0 Response to "Pelaksanaan Sistem Bagi Hasil Asuransi Syariah"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel