Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penerapan Etika Bisnis dalam Perbankan Islam

Penerapan Etika Bisnis dalam Perbankan Islam

Etika bisnis merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk diterapkan dalam perbankan syariah.

Di mana, penerapan etika bisnis dalam perbankan harus diperketat, karena perbankan Islam mengelola bisnis yang sangat rentan terhadap risiko.

Uang, menjadi salah satu hal yang sangat likuid, sehingga pengelolaannya harus sangat hati-hati, sedikit saja lengah maka akan berujung pada kerugian bank.

Kejelian menjadi hal yang sangat penting bagi pihak bank syariah dalam melayani nasabahnya, baik itu nasabah penanam modal atau nasabah yang menerima pembiayaan.

Sebelum menerima dana, bank syariah harus memastikan dulu sumber dana yang akan didepositokan oleh nasabah, dan begitu juga untuk pembiayaan harus mencari tau ke mana uang yang disalurkan tersebut akan digunakan/dimanfaatkan oleh nasabah.

Juga, perlu diperhatikan, jika nasabah menjanjikan untuk menggunakan dana yang diberikan bank dalam usaha tertentu, maka bank syariah harus melihat apakah nasabah benar-benar melakukannya atau tidak.

Mengingat, peluang terjadinya risiko dalam bisnis perbankan sangat tinggi, maka etika bisnis menjadi hal yang sangat penting dan utama untuk diperhatikan.

Terlebih lagi dalam perbankan syariah.

Karena, pada umumnya mindset masyarakat terkait bank yaitu urusan hutang piutang.

Kebanyakan dari nasabah yang datang ke bank, khususnya bank syariah sering bertanya tentang pembiayaan, padahal pembiayaan yang ada di bank syariah tergolong masih sangat kecil.

Atau, dalam kata lain, bank syariah lebih banyak menggunakan mode bagi hasil dan jual beli.

Atas dasar inilah, etika bisnis dalam perbankan syariah harus ditingkatkan secara lebih ketat, dibandingkan dengan berbagai jenis perusahaan lainnya.

Karena, bank syariah sangat rentan terhadap berbagai penyimpangan.

Penyimpangan etika bisnis dari pihak nasabah akan berdampak buruk bagi bank.

Terlepas dari semua itu, dengan menggunakan label Syariah secara benar, bank syariah diklaim sebagai bisnis yang murni syariah sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah, untuk menjadikannya sebagai bidang untuk berbisnis dan mendapatkan keuntungan dengannya.

Akibat dari klaim Syariah inilah menjadikan perbankan Islam sebagai salah satu bank yang sangat diincar oleh para nasabah, khususnya nasabah yang mempertimbangkan nilai keagamaan dalam setiap aktivitas bisnisnya.

Dalam istilah lain, dengan menggunakan label Syariah, berarti bank tersebut sudah memberanikan diri untuk menyatakan bahwa dirinya bersih dari segala hal yang dilarang atau bertentangan dengan Syariah.

Sehingga, label Syariah ini harus terus diperhatikan, karena kesalahan dalam penggunaannya dapat membuat bank syariah dipandang sebelah mata oleh masyarakat, atau dianggap sama saja dengan bank konvensional, atau bahkan lebih parah dari itu.
Faisal
Faisal Hina bak donya hareuta teuh tan. Hina bak Tuhan ileume hana.

Post a Comment for "Penerapan Etika Bisnis dalam Perbankan Islam"