Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Persamaan dan Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional

Persamaan dan Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional

Secara sekilas, kita telah mengetahui bahwa pegadaian merupakan suatu badan hukum yang bentuk atau sistem operasionalnya menyangkut dengan uang dan gadai, atau lebih tepatnya seseorang harus menggadaikan barangnya untuk mendapatkan pinjaman.

Dan, kita juga sudah tau kalau perum pegadaian yaitu lembaga resmi yang telah mendapatkan izin untuk mengelola keuangan dalam bentuk gadai, dengan landasan hukum yang terdapat dalam Undang-undang Hukum Perdata (Pasal 1150).

Kemudian, pegadaian itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu pegadaian yang beroperasi sesuai Syariah dan pegadaian konvensional.

Nah, di sinilah muncul kebingungan bagi sebagian orang, khususnya dalam membedakan antara keduanya.

Mungkin, artikel ini dapat membantunya.

Pegadaian syariah selain mematuhi Undang-undang di atas, juga harus mematuhi aturan yang terdapat dalam ajaran Islam, ini tentunya berbeda sekali dengan pegadaian konvensional.

Baiklah, untuk lebih jelasnya mengenai persamaan dan perbedaan pegadaian syariah dan konvensional, mari simak penjelasan berikut ini:

Persamaan Pegadaian Syariah dan Konvensional


Berikut ini merupakan beberapa persamaan antara pegadaian syariah dan konvensional:
  • Hak gadai sama-sama berlaku atas pinjaman uang.
  • Keduanya mengharuskan akan adanya jaminan (agunan) terhadap uang yang dipinjamkan.
  • Sama-sama tidak diizinkan untuk memanfaatkan barang gadaian.
  • Biaya untuk perawatan barang gadai sama-sama ditanggung oleh pemberi gadai.
  • Jika sudah jatuh tempo, dan pihak yang menerima pinjaman tidak dapat mengembalikan atau membayar hutangnya (wanprestasi), maka kedua jenis pegadaian ini sama-sama akan menjual agunan untuk menutup kerugian atau piutangnya.

Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional


Berikut beberapa perbedaan yang ada antara pegadaian syariah dan konvensional:
  • Pegadaian syariah tidak mengenakan bunga atas uang yang dipinjamkannya, karena beroperasi berdasarkan prinsip tolong-menolong dan tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, sedangkan pegadaian konvensional memiliki motif untuk membebankan bunga atau sewa modal bagi peminjam.
  • Pegadaian syariah memberlakukan gadai untuk semua jenis barang yang mengandung manfaat (bergerak dan tidak bergerak), sedangkan pegadaian konvensional hanya untuk benda yang tidak bergerak.
  • Gadai konvensional dilakukan melalui perum pegadaian, sementara rahn (gadai syariah) tidak mesti melalui suatu lembaga (dapat dilakukan secara langsung oleh masyarakat).

Post a Comment for "Persamaan dan Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional"