Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Prinsip-prinsip Koperasi Syariah

Prinsip-prinsip Koperasi Syariah

Koperasi syariah, tentunya, memiliki beberapa prinsip utama sebagai acuan dalam operasionalnya, atau yang sering dikenal dengan prinsip-prinsip muamalah.

Djazuli dan Janwari, menyatakan bahwa prinsip-prinsip yang terdapat dalam koperasi syariah antara lain:
  • Jika ditinjau dari hukum dasarnya, maka kegiatan muamalah itu boleh untuk dilakukan, selama tidak adanya dalil yang secara tegas mengharamkannya, atau dalam kata lain bila sudah ada dalil yang mengharamkan muamalah menjadi tidak boleh. Ini, sudah pasti berbeda dengan hukum dasar ibadah, yaitu haram, kecuali ada dalil yang memerintahkannya.
  • Muamalah harus dilakukan atas dasar saling suka atau saling ridha ('an taradhim), haram hukumnya kalau muamalah itu dengan tujuan untuk menjatuhkan atau merugikan orang lain.
  • Setiap aktivitas muamalah harus ditujukan untuk memperoleh manfaat dan maslahat (kebaikan), serta menolak mafsadat bagi umat manusia.
  • Harus jauh dari kegiatan penipuan, zalim, spekulasi, manipulasi, riba, gharar, dan berbagai kecurangan atau kesalahan lainnya yang tidak dibolehkan oleh Syara'.
Semua prinsip-prinsip ini, harus diterapkan atau diimplementasikan dalam setiap akad yang digunakan dalam koperasi syariah.

Misalnya saja, penerapan prinsip ini dalam akad jual beli (bai), bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah), sewa-menyewa (Ijarah), jaminan (Dhaman dan Rahn), dan berbagai akad lainnya.

Secara sederhana, kerjasama merupakan hal yang dianjurkan Syara', tidak lain karena terdapat kesatuan dan persaudaraan di dalamnya.

Sehingga, dari adanya kesatuan maka secara otomatis kekuatannya juga akan bertambah, dan dapat dimanfaatkan dalam upaya menegakkan kebenaran, bukan kezaliman.

Ini ditunjukkan dalam bentuk koperasi syariah, di mana di dalamnya terdapat unsur kerjasama, tolong-menolong, dan saling memenuhi kebutuhan di antara para anggota demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Intinya, mengutamakan kepentingan anggota menjadi pusat perhatian koperasi syariah, di mana keberadaannya untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi anggota dan menghilangkan praktik-praktik yang melanggar Syariah.

Berkaitan dengan ini, Syaltout menyatakan bahwa koperasi syariah memiliki segudang manfaat, di antaranya:
  • Memberikan keuntungan atau manfaat bagi shareholders.
  • Menciptakan lapangan pekerjaan bagi para karyawan.
  • Menyalurkan sebagian keuntungan dalam rangka pembangunan tempat ibadah, sekolah, dll.
Dengan ruang lingkup seperti ini, maka koperasi syariah akan lebih sedikit berhubungan dengan unsur kezaliman dan pemerasan, atau dalam kata lain sistem operasionalnya lebih bersifat demokratis dan terbuka.

Post a Comment for "Prinsip-prinsip Koperasi Syariah"