Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Prinsip Syariah pada Pembiayaan dan Investasi

Prinsip Syariah pada Pembiayaan dan Investasi

Syariah, memandang pembiayaan dan investasi keuangan sebagai usaha yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah lembaga untuk menyalurkan dananya kepada orang lain atau lembaga lain, dengan harapan usaha yang didanai tersebut dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Keuntungan ini, biasanya disebut dengan bagi hasil, baik dengan menggunakan akad Mudharabah atau pun Musyarakah.

Dalam hal mencapai kehalalan dan keberkahan hasil investasi atau pembiayaan, maka Syariah mengharuskan kepada pelakunya untuk menerapkan beberapa prinsip di bawah ini:
  • Pembiayaan dan investasi tidak boleh berkaitan dengan usaha atau barang yang haram, atau dalam kata lain bidang yang dibiayai atau diinvestasikan harus sesuai dengan aturan Islam. Kalau tidak, maka sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang halal, apalagi berkah.
  • Uang, sebagai alat pertukaran, dan investor termasuk ke dalam pihak yang menerima bagi hasil, maka sangat diharapkan agar pembiayaan dan investasi yang disalurkan pada mata uang yang sama dengan mata uang pembukuan kegiatan usaha.
  • Investor dan pengelola tidak boleh mengambil risiko yang tidak seharusnya melalui kegiatan maysir (perjudian).
  • Akad yang digunakan harus valid, atau tidak boleh mengarah pada gharar (ketidaktahuan/ketiadaan informasi).
  • Kedua belah pihak tidak dibenarkan untuk menyebabkan gangguan pasar (secara disengaja), baik dari aspek penawaran atau permintaan.
  • Usaha yang dijalankan harus halal secara Syariah, di antaranya tidak mengandung alkohol, babi, riba, dll.
  • Manfaat, bidang usaha yang dijalankan harus lebih mengarah kepada manfaat bukan kerusakan (baik itu kerusakan bagi kedua belah pihak yang berakad, atau bagi masyarakat secara umum).
  • Adil, maksudnya kedua belah pihak harus menjalankan apa yang telah disetujui sebelumnya, tidak berbuat curang.
Bila, semua prinsip Syariah ini dapat diterapkan dalam setiap kegiatan pembiayaan dan investasi, maka hasilnya pun akan menjadi halal dan berkah bagi kedua belah pihak.

Post a Comment for "Prinsip Syariah pada Pembiayaan dan Investasi"