Riba Fadhl dan Nasiah dalam Sistem Bai' dan Dayn

Riba Fadhl dan Nasiah dalam Sistem Bai' dan Dayn

Umumnya, riba dapat muncul dari dua aktivitas perekonomian, yaitu dari jual beli (bai') dan utang-piutang (dayn).

Berdasarkan prinsip fikih, keduanya (riba dalam jual beli & utang-piutang) mengandung aturan hukum yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama merupakan transaksi yang diharamkan.

Riba dayn (utang piutang) secara tegas dilarang dalam Al-Qur'an, sementara riba bai' diharamkan berdasarkan Sunnah.

Perbedaan mendasar antara riba dayn dan bai', yaitu:
  • Riba bai' berlaku terhadap barang atau komoditas tertentu saja (barang ribawi: gandum, perak, emas, kurma, garam, dan jewawut).
  • Sedangkan riba dayn, tidak ada batasan tertentu, atau dalam kata lain, setiap adanya penambahan atas pokok pinjaman, besar atau kecil, akan tetap dianggap sebagai riba.
Riba bai' dapat timbul dalam dua keadaan, yaitu:
  1. Fadhl, muncul bila adanya kenaikan atau penambahan pada salah satu harta ribawi yang sejenis, pada saat terjadinya jual beli atau pertukaran.
  2. Nasiah, timbul akibat adanya penundaan pembayaran, dari salah satu harta ribawi yang dipertukarkan atau diperjualbelikan.
Sementara itu, riba dayn juga dapat muncul dari dua kondisi, yaitu:
  1. Fadhl, muncul akibat adanya persyaratan khusus yang dibuat, di mana peminjam diharuskan untuk membayar lebih atau melampaui jumlah pokok pinjaman.
  2. Nasiah, muncul karena adanya penundaan atau penangguhan pembayaran hutang.
Sehubungan dengan kasus dayn, riba nasiah berbentuk tambahan atau bunga, sebagai wujud dari kompensasi terhadap tambahan waktu yang diberikan.

Ini, akan sedikit berbeda dengan kasus bai', di mana riba nasiah tidak berwujud tambahan, akan tetapi hanya disebabkan penundaan penyerahan barang atau komoditas ribawi, yang pada dasarnya diharuskan secara tunai, ini berlaku untuk pertukaran barang sejenis atau berbeda jenis.

0 Response to "Riba Fadhl dan Nasiah dalam Sistem Bai' dan Dayn"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel