Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia

Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia

Pada dasarnya, gagasan tentang ekonomi Islam muncul dari proses atau perjalanan sejarah yang sangat panjang.

Sekitar tahun 1911, sudah didirikan organisasi SDI (Sarekat Dagang Islam) atau Sarekat Islam, yang terdiri dari berbagai tokoh intelektual Islam, serta konsep ekonomi Islam ini sejalan dengan aturan Al-Qur'an.

Di mana, jika seseorang ingin melakukan kegiatan muamalah, maka diharuskan untuk menulis atau mencatatnya dengan benar, dan juga diperintahkan agar orang yang berutang dapat membacakannya (apa yang telah dicatat), serta tidak dibenarkan sama sekali untuk mengurangi jumlah hutangnya.

Dengan adanya perkembangan konsep ekonomi Islam ini, menunjukkan keinginan atau kebutuhan umat Islam Indonesia, khususnya para pedagang, untuk berinvestasi atau berbisnis yang sesuai dengan prinsip Syariah.

Di samping itu, juga adanya dukungan dari Bank Indonesia dalam keikutsertaannya untuk perkembangan ekonomi Islam, yang dapat menjadi sebuah jawaban atas kerinduan umat Islam Indonesia terhadap ekonomi Islam, serta menjadi titik awal kemajuan konsep dan praktik ekonomi Islam.

Contoh lain dari perkembangan ekonomi Islam di Indonesia yaitu dengan didirikannya Bank Muamalat Indonesia, tepatnya pada 1 November 1991.

Pada saat terjadinya krisis ekonomi Indonesia (Asia) tahun 1997, yang memberi dampak buruk bagi sebagian lembaga keuangan, khususnya bank, yang berujung pada likuidasi.

Namun, ada hal yang menarik dalam hal ini, yaitu bank syariah atau bank Islam menjadi semakin pesat, karena beberapa keunggulan dari instrumen yang digunakannya.

Pada 1998, sistem perbankan syariah menjadi semakin maju dan populer di Indonesia, serta adanya perkembangan yang begitu pesat dalam sistem ekonomi Islam.

Post a Comment for "Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia"