Sejarah Terbentuknya Sistem Ekonomi Islam

Sejarah Terbentuknya Sistem Ekonomi Islam

Pada dasarnya, sistem ekonomi Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam, dan dilanjutkan pada masa Nabi setelahnya, sampai pada masa Nabi Isa.

Agama yang dianut oleh para Nabi sebenarnya adalah Islam, meskipun setiap syariat yang diamalkan berbeda-beda.

Namun demikian, semua syariat tersebut diridhai oleh Allah sesuai dengan keadaan pada masa itu, karena semuanya bertujuan untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk bermaksiat.

Semenjak Allah mengutus Nabi sekaligus Rasul terakhir (Muhammad SAW), maka agama yang sebelumnya dianggap benar menjadi tidak berlaku lagi.

Ini, tidak lain, karena Islam merupakan agama rahmatan lil 'alamin, atau yang bersifat mendunia, sehingga orang-orang yang beriman harus beralih dari agama yang dianut sebelumnya ke agama Islam, dan dengan berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadis.

Atas dasar perubahan inilah, segala aspek yang berhubungan dengan ekonomi harus dirujuk pada agama Islam, tepatnya pada Al-Qur'an dan Hadis.

Dalam kata lain, di samping fokus utama Islam pada kegiatan Ibadah, juga tidak melupakan kontribusi dan perhatiannya pada bidang muamalah, yang sehingga sistem ekonomi umat Islam menjadi lebih terarah.

Atau yang sekarang dikenal dengan kajian Fikih Al-Muamalat/Al-Malliyyat, yang membahas tentang konsep-konsep penting yang berhubungan dengan aktivitas ekonomi dan pengelolaan harta.

Empat mazhab utama (Maliki, Hanafi, Syafi'i, dan Hambali), berusaha keras untuk memperjelas dan mendiskusikan berbagai aturan yang terdapat dalam ilmu Fikih, agar setiap masyarakat dapat dengan mudah dalam memahami dan mempraktikkannya.

Keempat-empatnya, tentu saja, memiliki sedikit perbedaan dalam menyimpulkan aturan yang terdapat dalam Fikih, dan semuanya benar, sesuai dengan mazhabnya masing-masing.

Akan tetapi, dasar pelaksanaannya tetap sama, karena semuanya merujuk pada sumber hukum yang sama.

Kemudian, muncul para pemikir Islam, yang tertarik untuk mendiskusikan tentang sistem ekonomi, di antaranya:
  • Abu Yusuf (738-798 M).
  • Al-Ghazali (1058-1111 M).
  • Ibnu Taimiyah (1263-1328 M).
  • Ibnu Khaldun (1332-1406 M).
  • Syekh Waliullah Dehlawi (1703-1762 M).
Dengan adanya proses yang sangat panjang inilah, kita dapat memahami dan mempelajari sistem ekonomi Islam dengan mudah.

Tak hanya itu, ekonomi Islam dianggap mampu dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi dan permasalahan ekonomi yang ada.

0 Response to "Sejarah Terbentuknya Sistem Ekonomi Islam"

Post a Comment

Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel