Transaksi Sesuai Syariah: Shariah Online Trading System (SOTS)

Transaksi Sesuai Syariah: Shariah Online Trading System (SOTS)

Kemajuan teknologi informasi, tentunya memberikan peluang bagi setiap pihak untuk memanfaatkannya sebaik dan seefisien mungkin.

Salah satunya yaitu penggunaannya untuk menyediakan berbagai fitur dan informasi keuangan kepada para pelaku pasar modal, sehingga memberikan kemudahan bagi mereka dalam melakukan transaksinya.

Dengan adanya transaksi berbasis online di pasar modal, maka para pelaku pasar dapat melakukan transaksi di mana pun mereka berada atau tanpa adanya batasan geografis.

Akibat dari adanya kemudahan inilah, dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, khususnya melalui Shariah Online Trading System (SOTS).

SOTS itu sendiri merupakan sistem transaksi saham syariah, yang dirancang sebaik mungkin agar dapat beroperasi secara online, dan memenuhi kriteria syariah di pasar modal.

SOTS dikembangkan oleh para anggota bursa, yang difungsikan sebagai fasilitas atau alat bantu bagi para investor, yang berkeinginan untuk melakukan transaksi saham syariah.

Di samping itu, SOTS juga disertifikasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), karena berupa turunan dari fatwa DSN-MUI No. 80 Tahun 2011.

Adapun fitur-fitur utama SOTS antara lain:
  • Transaksi hanya dapat digunakan untuk saham syariah.
  • Pembelian saham syariah harus secara tunai (tidak adanya margin trading).
  • Tidak dapat menjual saham syariah yang belum dimiliki (short selling).
  • Laporan kepemilikan saham syariah tidak dicampur dengan kepemilikan uang, sehingga saham syariah yang sudah dimiliki tidak disamakan atau dihitung sebagai modal (uang).
Saat ini, terdapat 17 Anggota Bursa yang telah memiliki SOTS (Shariah Online Trading System), yaitu:
  1. PT Indo Premier Securities (IPOT Syariah).
  2. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (HOTS Syariah).
  3. PT BNI Securities (e-Smart Syariah).
  4. PT Trimegah Securities Tbk. (iTrimegah Syariah.
  5. PT Mandiri Sekuritas (MOST Syariah).
  6. PT Panin Sekuritas Tbk. (POST Syariah).
  7. PT Phintraco Securities (PROFITS Syariah.
  8. PT Sucorinvest (SPOT Syariah).
  9. PT FAC Sekuritas Indonesia (FAST Syariah).
  10. PT MNC Securities (MNC Trade Syariah).
  11. PT Henan Putihrai (HPX Syariah).
  12. PT Philip Sekuritas (POEM Syariah).
  13. PT RHB Sekuritas (RHB TradeSmart).
  14. PT Samuel Sekuritas (STAR Syariah).
  15. PT. Maybank Kim Eng Sekuritas (KE Trade Syariah).
  16. PT OSO Sekuritas Indonesia (OSO Trader Syariah).
  17. PT Kresna Sekuritas (Kresna Trader Syariah).
Sama halnya dengan pengembangan pasar modal syariah, pengembangan online trading system juga harus dilandaskan pada prinsip-prinsip syariah, atau seperti yang terdapat pada fitur SOTS, yang hanya menyediakan saham-saham syariah.

Ini, sudah pasti bertujuan agar para investor menjadi lebih fokus dalam menganalisis saham syariah, dan tidak bercampur baur dengan saham konvensional.

Investor diharuskan untuk menggunakan fasilitas online trading dalam hal melakukan permintaan dan/atau penawaran jual.

Pada saat investor melakukan perintah transaksi melalui SOTS, maka semua instruksi akan diamankan di server perusahaan pialang, untuk dijadikan sebagai bukti yang sah bagi pihak perusahaan.

Sementara itu, bagi investor, bila telah melakukan pemesanan beli dan/atau jual maka ia akan memperoleh order ID dan trade ID (JATS ID), dalam data server perusahaan dan juga dapat diakses oleh investor melalui SOTS.

Seluruh data pesanan transaksi yang didapatkan investor tersebut, dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah dan juga mengikat pelanggan, sehingga tidak dibutuhkan lagi tanda tangan pelanggan, karena user ID, password, dan PIN berfungsi sebagai tanda tangan elektronik (formulir pada saat pembukaan akun pasar modal syariah).

2 Responses to "Transaksi Sesuai Syariah: Shariah Online Trading System (SOTS)"

  1. Software tradingnya khusus ngga atau bergabung dg seperti octafx, fbs, binomo atau sejenisnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Software tradingnya khusus, soalnya dikembangkan oleh masing-masing anggota bursa, bisa dilihat di pembahasan di atas, yang dalam kurung setelah nama anggota bursa itu merupakan softwarenya.

      Dan setiap aplikasi atau software SOTS itu sendiri harus mendapat sertifikasi dari DSN-MUI, supaya sejalan dengan fatwa DSN-MUI No. 80 tahun 2011.

      Delete
Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel