Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inflasi dan Time Value of Money dalam Investasi Syariah

Inflasi dan Time Value of Money dalam Investasi Syariah

Inflasi, sering diartikan sebagai peningkatan jumlah uang yang beredar, yang sehingga menyebabkan harga barang yang ada di pasar menjadi lebih mahal, dan ini berlaku secara umum dan terus-menerus.

Atau bisa juga dikatakan bahwa semakin banyak jumlah uang yang beredar, maka akan semakin rendah daya beli dari setiap lembar uang, apalagi uang yang digunakan merupakan uang kertas (fiat money), di mana nilainya hanya berdasarkan regulasi pemerintah, bukan dari nilai intrinsik yang dimiliki uang tersebut, sehingga sangat rentan akan inflasi.

Umumnya, daya beli dari uang saat ini, akan jauh berbeda dengan daya beli uang dengan jumlah yang sama di masa yang akan datang, di mana daya beli uang di masa yang akan datang biasanya lebih rendah, sehingga hal inilah yang sering dijadikan alasan oleh orang-orang yang gemar memberikan pinjaman berbasis bunga.

Katanya, kalau tidak ada bunga secara otomatis dia akan rugi, padahal Islam telah mengajarkan bahwa jika seseorang ingin mendapatkan keuntungan maka langkah yang terbaik untuk ditempuh yaitu jual beli dan investasi, bukan melalui pinjaman berbunga, pinjaman itu sendiri pada dasarnya hanyalah salah satu wujud dari tolong-menolong (pengambilan keuntungan darinya sangat dilarang).

Sementara itu, time value of money sudah mendarah daging dalam sistem keuangan konvensional, atau sudah menjadi jalan dalam meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, dan juga dijadikan sebagai alat kompensasi atas akibat buruk yang ditimbulkan dari inflasi.

Dalam kata lain, time value of money juga dapat dikatakan sebagai upaya untuk menyamakan daya beli uang sekarang dengan pengambilan lebih banyak uang yang daya belinya rendah di kemudian hari.

Time value of money dibenarkan dalam sistem konvensional, dengan alasan bahwa uang yang dipinjamkan tersebut dapat dimanfaatkan oleh penerima pinjaman dalam jangka waktu pinjaman atau sejak uang tersebut dipinjam hingga waktu pengembalian tiba.

Karena mengacu pada alasan tersebut, seakan-akan pengambilan bunga atas pinjaman tidak lagi bermasalah dan malah dibangga-banggakan dengan menyatakan bunga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian suatu negara.

Padahal itu sama sekali tidak benar, pengambilan bunga hanya dapat menumbuhkan atau meningkatkan kualitas ekonomi orang kaya saja, sementara orang miskin akan semakin kesulitan, layaknya cacing di bawah terik matahari.

Kabar terbaiknya bahwa dalam investasi syariah tidak dikenal yang namanya time value of money, karena time value of money dianggap dapat menimbulkan beberapa masalah berikut ini:

Time Value of Money dapat Merusak Nilai Investasi yang Sebenarnya


Pada dasarnya, investasi dilakukan yaitu untuk memanfaatkan uang dengan sebaik-baiknya, dan diikuti bagi hasil yang juga sesuai dengan pendapatan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan tersebut, tapi dengan adanya time value of money, maka pengelola dana harus selalu memberikan pengembalian (return) terbaik kepada investor, walaupun kondisi investasi yang dilakukannya sedang krisis atau mengalami kerugian, ini tentu saja tidak adil.

Time Value of Money selalu Diidentikkan dengan Keberhasilan Pengelolaan Uang


Investor atau pemberi pinjaman akan terbiasa untuk menganggap bahwa uang yang diinvestasikan atau dipinjamkannya tersebut selalu dan secara terus-menerus memberikan manfaat kepada pengelola atau peminjamnya, atau ada juga pemodal yang mengatakan bahwa dia telah kehilangan kesempatan untuk memutarkan uang dan kehilangan kekayaan yang seharusnya diperoleh, padahal kalau uang itu tetap sama dia belum tentu juga dia akan berhasil mengelolanya, dan di situlah dia menyadari letak kesalahan yang sebenarnya.

Time Value of Money Dijadikan Alasan untuk Kompensasi Kerugian


Ini, juga menjadi salah satu penyebab time value of money dilarang dalam investasi syariah, pengalihan kerugian sepenuhnya kepada pengelola modal merupakan tindakan yang sama sekali tidak adil.

Beda sekali dengan konsep pembagian risiko yang ada dalam investasi syariah, di mana risiko akan di bagi atau ditanggung bersama di antara pihak pemodal dan pengelola, bahkan ada juga pemodal yang dengan senang hati tidak mempermasalahkan akan kerugian yang terjadi, selama kerugian tersebut tidak dibuat-buat atau disengaja oleh pihak pengelola.

Time Value of Money Dijadikan sebagai Kompensasi terhadap Inflasi yang Terjadi di Kemudian Hari


Karena dikhawatirkan akan terjadinya inflasi, para investor biasanya berbondong-bondong untuk meminta pembayaran lebih, agar pengembalian yang didapatkan tersebut dapat menutup semua dampak buruk inflasi, sehingga dia tidak mengalami kerugian sedikit pun, walaupun inflasi sedang merajalela.

Namun, jika pemodal yang ada rasa kasih sayang, maka tidak akan melakukan hal yang sekejam itu kepada pihak pengelola modal, di mana pengelola modal jika mengalami kerugian di masa-masa yang sedang parahnya tingkat inflasi, maka dia akan dua kali kena siksa, pertama dia menderita karena kerugian, dan kedua menderita harus membayar uang lebih kepada pemodal, yang padahal pengelola sendiri tidak dapat merasakan kenikmatan sedikit pun dari uang yang diterimanya atau dari waktu yang telah dihabiskannya.

Setelah Islam melarang time value of money, bukan berarti tidak memberikan solusi apa pun, Islam menawarkan solusi yang sangat tepat, di mana dalam hal transaksi komersial, seseorang dianjurkan untuk memanfaatkan modalnya dalam bentuk perdagangan atau jual beli, baik itu dengan menggunakan akad Mudharabah, Salam, ataupun Istishna, sehingga tidak ada pihak yang dizalimi.

Sementara itu, dalam transaksi non-komersial, diharapkan agar setiap orang dapat menggunakan akad qardh, di mana pemberian pinjaman dengan menggunakan akad qardh tidak dibenarkan akan adanya pengambilan bunga, sehingga pihak yang berutang tidak kesulitan untuk mengembalikan uang yang telah diambilnya.

Inti yang dapat diambil bahwa, dalam investasi syariah, setiap pihak yang terlibat tidak boleh terlalu berfokus pada keuntungan (profit oriented), yang sehingga mengabaikan pihak lain demi kepentingan pribadi, tapi juga harus berfokus pada sikap saling tolong-menolong, atau saling memahami antara satu sama lainnya.

Post a Comment for "Inflasi dan Time Value of Money dalam Investasi Syariah"