Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketentuan Pokok Musyarakah Mutanaqishah

Musyarakah Mutanaqishah merupakan salah satu akad yang terdiri dari unsur kerja sama dan sewa. Kerja sama timbul dari kegiatan penyertaan modal dan juga kerja sama terhadap kepemilikan barang. Sementara sewa, berupa kompensasi yang diberikan oleh salah satu pihak kepada pihak lainnya.

Ketentuan Pokok Musyarakah Mutanaqishah

Kedua unsur tersebut menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena merupakan bagian pokok dari Musyarakah Mutanaqishah.

Kerja sama dan pokok modal, biasanya disebut sebagai objek dari akad Syirkah, dan sighat sebagai salah satu ketentuan yang wajib untuk dipenuhi agar akad yang dilakukan dapat memberikan pengaruh hukum.

Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan Syirkah, yaitu:
  • Kedua belah pihak harus sepakat dan rela untuk melakukan akad kerja sama.
  • Kedua belah pihak harus saling percaya.
  • Modal yang disetorkan, merupakan milik sah dari kedua belah pihak, yang kemudian dimanfaatkan dalam hal kepemilikan objek akad.
Sedangkan ketentuan yang berkaitan dengan unsur sewa, di antaranya:
  • Adanya penyewa (Musta'jir).
  • Orang yang menyewakan (Mu'jir).
  • Sighat (ucapan serah terima atau kesepakatan).
  • Ujrah (fee/biaya).
  • Barang yang akan diakadkan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dengan baik dalam menjalankan akad Musyarakah Mutanaqishah, antara lain:
  • Harga sewa dan jumlah angsuran yang harus dibayarkan, harus diketahui dengan pasti oleh kedua belah pihak.
  • Adanya batasan waktu pembayaran yang jelas.
  • Harga sewa dapat diubah atau diatur ulang sesuai kesepakatan.

Post a Comment for "Ketentuan Pokok Musyarakah Mutanaqishah"