Konsep Moral dan Etika dalam Sistem Distribusi

Konsep Moral dan Etika dalam Sistem Distribusi

Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan, agar konsep moral dan etika dapat diaplikasikan ke dalam sistem distribusi, di antaranya:
  • Mengarahkan pola pikir dan pembelajaran Islam kepada pencapaian kesejahteraan umum, atau bukan pada tujuan materialistis semata.
  • Meninggalkan konsep yang tidak seharusnya digunakan, dan beralih kepada konsep yang telah diajarkan dalam Al-Qur'an.
Yusuf al-Qaradawi, telah menjelaskan beberapa nilai moral yang terkait dengan bidang distribusi, yaitu:
  • Nilai kebebasan dan keimanan kepada Allah SWT., maksudnya yaitu setiap individu bebas untuk melakukan berbagai hal terkait dengan distribusi, selama yang dilakukan tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah. Kalau sudah bertentangan, seperti merampas harta orang lain untuk didistribusikan, maka akan dilarang.
  • Kebebasan harus selalu dikaitkan dengan tanggung jawab, atau dalam kata lain jika seseorang ingin mengambil manfaat dari suatu tindakan, maka ia juga harus bersedia untuk menanggung risiko yang ditimbulkannya.
  • Warisan berupa hak milik yang paling jelas, di mana di dalamnya terdapat pemeliharaan kemaslahatan bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
  • Nilai keadilan, sikap yang berusaha untuk membagikan sesuatu sesuai dengan kadar dan haknya masing-masing. Prinsip-prinsip keadilan dapat meliputi: (i) tidak menyamakan atau dalam kata lain memilah-milah manusia sesuai dengan keahlian dan usaha yang dimilikinya, agar pendistribusian yang dilakukan menjadi tepat sasaran. (ii) pemerataan kesempatan. (iii) memenuhi hak-hak pekerja, seperti membayar upah atau gajinya. (iv) takaful, atau saling memperhatikan antara sesama manusia. (v) menurunkan tingkat kesenjangan yang terjadi di antara masyarakat, baik itu melalui zakat, infak, sedekah, wakaf, dan sebagainya.
Dengan adanya penerapan etika dalam kegiatan distribusi pendapatan, dapat menunjukkan beberapa hal penting di bawah ini:
  • Penetapan hak kepemilikan bagi seseorang terhadap suatu harta, tidak sepenuhnya menghilangkan hak yang sama bagi orang lain.
  • Negara dapat mengambil alih kepemilikan atas kepemilikan individu yang tidak mau bertanggung jawab terhadap hak miliknya.
  • Berlakunya jaminan sosial dalam setiap hak kepemilikan.
  • Hak milik umum, sewaktu-waktu dapat berubah menjadi hak milik pribadi.
  • Hak kepemilikan dapat melonggarkan beberapa konsekuensi hukum Syariah.
  • Konsep kerja sama mengacu pada akad Musyarakah atau Mudharabah (Profit and Loss Sharing).
  • Terdapat hak orang lain dalam harta atau kekayaan yang dimiliki seseorang, yang mengharuskan orang tersebut untuk mendistribusikannya.

2 Responses to "Konsep Moral dan Etika dalam Sistem Distribusi"

  1. Terima kasih sudah berkunjung ke genoldies. ayo saling dukung sesama blogger.

    ReplyDelete
Selamat berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel