Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mekanisme Operasional Pegadaian Syariah

Mekanisme Operasional Pegadaian Syariah

Ulama mazhab Syafi'i menyatakan bahwa transaksi gadai syariah baru dapat dikatakan sah apabila telah memenuhi beberapa syarat utama berikut:
  • Hal yang digadaikan berupa barang atau komoditas yang dapat diperjualbelikan, atau dalam kata lain bukan merupakan uang, yang mana uang merupakan alat tukar, bukan sebagai barang yang dapat dijual ketika peminjam melakukan wanprestasi.
  • Barang yang digadaikan tetap menjadi milik penggadai (pemilik asli), sementara penerima gadai hanya berhak untuk menahannya sampai batas waktu tertentu.
  • Barang yang digadaikan berhak untuk dijual oleh penerima gadai, bila penggadai atau orang yang meminjam uang tidak mampu lagi untuk membayar utangnya, dan hasil penjualan akan diambil oleh penerima gadai sebesar jumlah piutangnya, sedangkan kelebihannya akan dikembalikan kepada pemilik barang.

Akad-akad yang Digunakan dalam Operasional Pegadaian Syariah


Sejalan dengan syarat di atas, maka ada beberapa akad yang digunakan di pegadaian Syariah, di antaranya:

Akad Qardhul Hasan

Akad Qardhul Hasan sering diperuntukkan kepada nasabah yang ingin meminjam uang untuk tujuan konsumtif. Di samping itu, penggunaan akad Qardul Hasan secara otomatis akan menjauhkan pegadaian syariah dari praktik riba, karena tidak adanya pengambilan bunga atas pokok pinjaman yang telah diberikan kepada nasabah.

Akad Mudharabah

Mudharabah sering digunakan sebagai pembiayaan investasi dan modal kerja, atau dalam kata lain nasabah meminjam uang dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah modal agar usahanya menjadi lebih lancar. Umumnya, penggunaan akad ini dapat menimbulkan kegiatan bagi hasil di antara pegadaian syariah dan nasabah, kalau diketahui bahwa usaha yang dijalankan nasabah tersebut memberikan keuntungan yang lebih (tidak mengalami kerugian).

Berkaitan dengan jaminan, maka dalam akad ini tetap harus disediakan oleh nasabah, karena nasabah juga manusia, jadi tidak menutup kemungkinan bahwa dana yang sebelumnya diniatkan untuk tujuan produktif, malah digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Akad Ijarah

Akad Ijarah muncul pada saat pegadaian syariah menerima barang jaminan dari nasabah dan merawatnya, dan akan mendapatkan sejumlah bayaran (Ujrah) tertentu atas jasa yang diberikannya.

Produk-produk Unggulan yang Ditawarkan Pegadaian Syariah


Sementara itu, jika dilihat dari segi produk, terdapat beberapa produk unggulan yang ditawarkan pegadaian syariah, yaitu:

Rahn

Dikhususkan kepada nasabah yang membutuhkan dana cepat yang sesuai dengan aturan Syariah (bebas dari unsur riba). Dengan memberikan jaminan seperti emas batangan, emas perhiasan, berlian, laptop, smartphone, sepeda motor, mobil, dan barang-barang yang memiliki nilai jual yang bagus lainnya.

Amanah

Pinjaman yang sesuai dengan prinsip Syariah, yang diperuntukkan bagi pengusaha mikro/kecil, karyawan internal ataupun eksternal, juga kepada profesional, yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelian kendaraan bermotor, agar dapat memudahkan mereka dalam bekerja atau mencari nafkah.

Arrum BPKB

Jenis pembiayaan Syariah yang dimanfaatkan dalam kegiatan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dengan jaminannya yaitu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Arrum Haji

Pembiayaan guna mendapatkan porsi ibadah haji, yang dijalankan dengan prinsip Syariah.

Tabungan Emas

Layanan pembelian dan penjualan emas yang dijalankan sesuai dengan aturan jual beli dalam Islam, dan juga merupakan layanan pembelian emas dengan ukuran dan harga yang sangat terjangkau.

Post a Comment for "Mekanisme Operasional Pegadaian Syariah"