Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan Investasi Syariah

Tujuan Investasi Syariah

Investasi, secara umum dibagi kepada dua jenis, yaitu:
  1. Investasi pada financial asset (aset keuangan).
  2. Investasi pada real asset (aset riil).
Investasi pada financial asset tepatnya dilakukan di pasar uang, contohnya seperti sertifikat deposito, surat berharga pasar uang (SBPU), commercial paper, dll.

Sementara investasi pada real asset meliputi kegiatan pembelian aset produktif, pembukaan pertambangan, pendirian pabrik, perkebunan, dan sebagainya.

Di samping itu, investasi juga dibedakan berdasarkan prinsipnya, yaitu:
  1. Investasi berdasarkan prinsip Syariah.
  2. Investasi konvensional.
Tentunya, setiap jenis investasi memiliki tujuan yang berbeda-beda.

Khusus investasi syariah, tujuan atau motif seseorang untuk melakukan investasi, antara lain (Tandelilin, 2001):
  • Mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik merupakan impian semua orang, sehingga berbagai upaya untuk mencapainya masih tetap dilakukan, khususnya mencapai impian dengan cara yang sesuai prinsip Syariah.
  • Menurunkan tingkat inflasi. Inflasi merupakan unsur yang tak dapat dihapuskan dalam perekonomian, karena untuk menghapusnya memang sangatlah sulit. Namun, dengan berinvestasi dalam bisnis tertentu, maka dapat membantu mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh inflasi.
  • Salah satu tindakan untuk menghemat pajak. Berbagai negara belahan dunia melakukan kebijakan khusus untuk mengarahkan masyarakat dalam berinvestasi, dengan cara memberikan fasilitas perpajakan (tax holiday).
Juga, terdapat beberapa manfaat tambahan bila seseorang menginvestasikan dananya pada bidang yang sesuai Syariah, antara lain:
  • Sesuai syariat Islam, karena mengacu pada Al-Qur'an dan Hadis.
  • Bebas riba, dengan tidak adanya riba, maka keuntungan yang diperoleh dari investasi menjadi halal.
  • Lebih aman, karena investasi syariah menghindari unsur gharar (ketidaktahuan kedua belah pihak) atau pun tadlis (ketidaktahuan salah satu pihak).
  • Memiliki aturan perundangan, dasar hukum investasi syariah telah ditetapkan dalam UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
  • Memiliki manfaat sosial, investasi syariah dapat membantu memperluas usaha yang masih kecil, dan mengurangi tingkat pengangguran.

Post a Comment for "Tujuan Investasi Syariah"