Uang Emas dan Perak dalam Pandangan Ekonomi Islam

Uang Emas dan Perak dalam Pandangan Ekonomi Islam

Penggunaan uang dengan cara yang tidak tepat, dapat memperburuk fungsi uang itu sendiri.

Dari yang sebelumnya berfungsi sebagai alat tukar, berubah menjadi komoditas yang diperjual belikan atau bahkan sebagai alat untuk menimbun kekayaan.

Khusus dalam hal ini, yaitu penimbunan emas dan perak, yang mana keharamannya sudah tidak diragukan lagi.

Allah telah secara tegas mengharamkan praktik penimbunan emas dan perak, dengan ancaman siksaan yang amat pedih, ini, tidak lain merupakan perintah untuk menjaga keseimbangan distribusi kekayaan (At-Taubah ayat 34).

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Islam tidak mengenal komoditas dan penimbunan sebagai salah satu fungsi dari uang, tapi hanya mengenal alat tukar dan satuan nilai sebagai fungsi yang sebenarnya.

An-Nabhani, memperjelas bahwa Islam sudah memberikan kemudahan bagi manusia dalam pertukaran, yaitu dapat menggunakan apa pun yang dia inginkan asalkan halal atau sah.

Kalau seseorang mau menggunakan emas dan perak, maka harus mengikuti beberapa aturan penting yang berkaitan dengannya, antara lain:
  • Tidak menimbun emas dan perak.
  • Emas dan perak dapat dikaitkan dengan hukum-hukum yang jelas atau resmi, seperti halnya diyat dalam kasus pembunuhan (1000 dinar untuk pemilik emas dan 12000 dirham untuk pemilik perak), dan potong tangan bagi pencuri (pencurian yang mencapai 1/4 dinar).
  • Rasulullah sudah menjadikan emas dan perak sebagai mata uang (standar utama), sehingga standar barang dan jasa harus merujuk padanya.
  • Karena emas dan perak sebagai uang, maka akan dikenakan zakat (bila sampai nishab).
  • Pertukaran antara mata uang sejenis atau pun tidak, harus berdasarkan konsep Sharf (pertukaran sesuai Syariah).
Semua aturan tersebut, tentunya, bertujuan untuk menjaga kestabilan, ketepatan, kesesuaian, fungsi yang sebenarnya, dan mekanisme yang seharusnya.
Faisal
Faisal Hina bak donya hareuta teuh tan. Hina bak Tuhan ileume hana.

Post a Comment for "Uang Emas dan Perak dalam Pandangan Ekonomi Islam"