Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Urgensi Zakat dalam Ajaran Islam

Urgensi Zakat dalam Ajaran Islam

Zakat merupakan bagian penting dari ajaran Islam, dan juga menjadi salah satu dari rukun Islam, yang wajib ditunaikan bila harta telah sampai nishab (batas wajib zakat).

Tak hanya itu, zakat juga sangat berkaitan dengan kegiatan sosial.

Pendistribusian zakat dari para Muzakki (pembayar zakat) kepada para Mustahik (penerima zakat), menjadi bukti nyata dan wujud dari rasa peduli antara sesama umat Islam.

Muzakki, tentunya, tidak terbatas pada individu saja, akan tetapi badan hukum atau lembaga juga dapat berperan sebagai pembayar zakat.

Islam mewajibkan zakat agar harta yang dimiliki manusia menjadi bersih dan suci, atau dalam kata lain agar tidak bercampur dengan harta orang lain (yang berhak menerima zakat).

Singkatnya, dengan memberikan zakat berarti seseorang telah berkontribusi untuk mensejahterakan masyarakat (mencukupi kebutuhan dan peningkatan pembangunan).

Zakat selalu disebut secara berdampingan dengan shalat dalam Al-Qur'an, ini menunjukkan bahwa zakat merupakan hal yang sangat penting (urgent) dalam ajaran Islam.

Kalau shalat sebagai ibadah jasmaniah, berarti zakat sebagai ibadah maliyah (harta benda), bila salah satunya tidak dikerjakan akan menjadi tidak sempurna Islam seseorang.

Ini, juga menunjukkan bahwa agama dan ekonomi tidak dapat dipisahkan.

Pada dasarnya, konsep zakat dapat memberikan landasan utama dalam pertumbuhan dan perkembangan tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Secara sekilas, terdapat beberapa pandangan konstruktif mengenai peran, fungsi, dan potensi zakat, yaitu:
  • Pengelolaan zakat secara tepat dapat meningkatkan kualitas pembangunan ekonomi dan pemerataan pendapatan.
  • Zakat lebih mengarah pada pendistribusian harta yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kesenjangan di antara masyarakat, dan menjaga proses peredarannya.
  • Zakat menjadi sumber kas negara, dan juga sebagai sokoguru perekonomian yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an.
  • Zakat dapat mengurangi kegiatan penimbunan harta, dan mengarahkan pemilik harta untuk berinvestasi dan berbagi sebagian dari hasilnya untuk orang-orang yang kurang beruntung.
  • Zakat berupa ibadah maliyah ijtima'iyyah, di mana posisinya sangat strategis dan menentukan.

Post a Comment for "Urgensi Zakat dalam Ajaran Islam"